
COVID-19 – Epidemiolog terkemuka China desak intensifkan vaksinasi ‘booster’

Zhong Nanshan menghadiri konferensi pers tentang upaya pencegahan dan pengendalian epidemi di Guangzhou, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 18 Maret 2020. (Xinhua/Lu Hanxin)
Tingkat patogenik Omicron telah jauh menurun, dengan angka kematian baru-baru ini turun menjadi sekitar 0,1 persen, hampir sama dengan influenza.
Guangzhou, China (Xinhua) – Epidemiolog terkemuka China, Zhong Nanshan, mendesak peningkatan upaya vaksinasi untuk menginokulasi lebih banyak orang dengan dosis penguat (booster) vaksin COVID-19, khususnya menjelang arus mudik Festival Musim Semi yang tak lama lagi akan berlangsung.Sebagian besar warga di China telah menerima vaksinasi COVID-19, dan mendapatkan dosis booster menjadi perlindungan terbaik dalam fase baru perang melawan virus tersebut, ujar Zhong kepada Xinhua dalam wawancara eksklusif pada Jumat (9/12)."Persiapan perlu ditingkatkan. Saya sarankan kepada mereka yang berencana pulang kampung agar mendapatkan dosis booster sehingga, meski terinfeksi COVID-19, mereka tidak akan mengalami sakit parah," tuturnya.Biasanya diperlukan waktu dua pekan untuk efek booster mulai bereaksi, menurut Zhong. "Ini akan sangat membantu dalam mencegah penularan skala besar selama migrasi massal orang-orang dalam arus mudik Festival Musim Semi," kata epidemiolog tersebut. Festival Musim Semi 2023 jatuh pada 22 Januari tahun depan.Ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan upaya vaksinasi di seluruh negeri, ungkapnya, seraya meminta lansia dan orang-orang dengan penyakit bawaan untuk menjalani vaksinasi. "Jika Anda telah menerima dua dosis vaksin nonaktif, Anda memerlukan dosis tambahan sebagai booster."Zhong menyerukan vaksinasi penuh pada anak-anak untuk melindungi sekolah dan siswa, seraya mengatakan hal ini penting untuk memulai kembali pembelajaran tatap muka.
Tenaga kesehatan menyuntikkan dosis penguat (booster) vaksin COVID-19 kepada seorang warga berusia 89 tahun di Subdistrik Aoyuncun di Distrik Chaoyang, Beijing, ibu kota China, pada 13 Juli 2022. (Xinhua/Ju Huanzong)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Belanda selidiki Roblox karena potensi risiko bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
31 Jan 2026

Taiwan sumbang 300 ribu masker kesehatan untuk Indonesia
Indonesia
•
15 May 2020

China keluarkan peringatan tertinggi untuk aliran air deras dari gunung
Indonesia
•
19 Jul 2023

Kasus pembunuhan di AS masih meningkat pada 2021
Indonesia
•
31 Aug 2022


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
