Kemenlu China: Kebocoran baru air limbah nuklir Fukushima tingkatkan kekhawatiran dunia

Foto yang diabadikan pada 6 Maret 2023 ini menunjukkan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi di Futabacho, Futabagun, Prefektur Fukushima, Jepang. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Tokyo Electric Power Company (TEPCO) baru-baru ini mengonfirmasi kebocoran air terkontaminasi nuklir dari PLTN Fukushima Daiichi akibat adanya retakan pada selang yang digunakan untuk menyalurkan air limbah tersebut.
Beijing, China (Xinhua) – Laporan terbaru kebocoran air terkontaminasi nuklir dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi kembali meningkatkan kekhawatiran internasional terhadap kompetensi Tokyo Electric Power Company (TEPCO) dan kurangnya regulasi yang efektif dari pemerintah Jepang, ungkap Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China Wang Wenbin pada Kamis (17/8).Wang menyampaikan pernyataan itu dalam sebuah konferensi pers rutin ketika diminta mengomentari sejumlah laporan media bahwa TEPCO baru-baru ini mengonfirmasi kebocoran air terkontaminasi nuklir dari PLTN Fukushima Daiichi akibat adanya retakan pada selang yang digunakan untuk menyalurkan air limbah tersebut.Legitimasi dan keamanan dari rencana Jepang membuang air terkontaminasi nuklir ke laut telah lama dipertanyakan oleh komunitas internasional, dan masyarakat di Fukushima juga telah berulang kali mengungkapkan bahwa sejak insiden kecelakaan PLTN tersebut, penanganan dampaknya oleh TEPCO sangat problematik, ujar Wang.Masyarakat mempertanyakan kemampuan TEPCO menangani dengan semestinya air terkontaminasi nuklir itu, tambahnya."Apakah TEPCO mampu menangani air limbah tersebut secara aman dan bertanggung jawab di seluruh prosesnya? Mampukah mereka (TEPCO) mengelola pembuangan itu selama 30 tahun tanpa kesalahan dan kekeliruan? Dapatkah mereka memastikan efektivitas dan reliabilitas jangka panjang dari fasilitas pengolahan itu? Bisakah mereka melakukan pengambilan sampel air limbah dan aktivitas pemantauan secara ketat sesuai dengan aturan? Masyarakat internasional sangat meragukan hal itu," tutur Wang.Wang menegaskan kembali bahwa pihak Jepang harus menanggapi dengan serius kekhawatiran yang sah dari masyarakat internasional dan warga di Jepang, berhenti memaksakan rencana pembuangan ke laut, berkomunikasi penuh dan tulus dengan negara-negara tetangga, menangani air limbah terkontaminasi nuklir dengan cara yang benar-benar bertanggung jawab, serta menerima pengawasan internasional yang ketat.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi tuntut penarikan pasukan UEA dari Yaman menyusul serangan udara di Pelabuhan Mukalla
Indonesia
•
31 Dec 2025

Hongaria terima undangan AS untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza
Indonesia
•
19 Jan 2026

Kapal kargo karam di perairan Yunani, 13 orang hilang
Indonesia
•
27 Nov 2023

Menhan China sebut tentang pendekatan China terhadap keamanan global dalam Dialog Shangri-La
Indonesia
•
04 Jun 2024
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
