
Trump ancam serang Iran lagi, laporan korban pesta pernikahan jadi sorotan

Foto yang diabadikan pada 4 April 2026 ini memperlihatkan sebuah bangunan yang hancur akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel di Universitas Shahid Beheshti di Teheran, Iran. (Xinhua/Shadati)
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Militer Amerika Serikat (AS) siap melancarkan lebih banyak serangan ke Iran "kapan pun kami mau," kata Presiden AS Donald Trump pada Rabu (2/9).
"Serangan tadi malam sangat dahsyat, dan kami siap melancarkan serangan lainnya kapan pun kami mau," ujar Trump kepada awak media di Gedung Putih.
Militer AS "telah melenyapkan seluruh peralatan baru yang mereka coba bangun di sepanjang Selat Hormuz," kata Trump.
Pejabat Iran pada Rabu mengatakan serangan AS pada Selasa (1/9) malam waktu setempat menghantam sebuah pesta pernikahan di Iran selatan, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai puluhan lainnya.
Komando Pusat (CENTCOM) AS pada Rabu yang sama menyebutkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki laporan-laporan tersebut dan bahwa militer AS "tidak pernah menargetkan warga sipil."
Ketika ditanya pada Rabu sore apakah Trump benar-benar berniat mengganti nama Selat Hormuz dengan namanya sendiri, Trump menjawab, "Tidak, tidak ... itu asal ucap saja."
Sebelumnya pada Rabu itu, Trump melontarkan gagasan untuk mengganti nama jalur perairan strategis tersebut, kurang dari sepekan setelah dia menandatangani perintah eksekutif yang mengubah nama Danau Ontario menjadi "Danau Amerika" di tengah eskalasi ketegangan dengan Kanada terkait sengketa tarif.
"Sekarang setelah jalur perairan itu berada di bawah kendali AS, apakah sebaiknya kita mengganti nama Selat Hormuz menjadi SELAT TRUMP???" tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Trump menuturkan dalam sebuah rapat umum di Long Island bulan lalu bahwa dirinya akan menyatakan selat tersebut sebagai wilayah AS, lapor media AS.
"Setelah kami berhasil mengalahkan Iran, yang saat ini sedang mengalami kekalahan telak, dalam waktu dekat saya akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah AS," ujar Trump.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Netanyahu sebut perang Gaza bisa berlanjut jika tak tercapai kesepakatan dengan Iran
Indonesia
•
16 Feb 2026

Fokus Berita – UE setujui tarif kontroversial terhadap EV China, abaikan penolakan anggota
Indonesia
•
05 Oct 2024

Presiden China dan Rusia bertukar pesan ucapan selamat Tahun Baru
Indonesia
•
01 Jan 2023

Israel klaim telah hancurkan "sebagian besar" persediaan senjata canggih Suriah
Indonesia
•
11 Dec 2024


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
