
Trump berlakukan tarif 100 persen pada impor obat-obatan tertentu

Ilustrasi. (freestocks on Unsplash)
AS memberlakukan tarif bea masuk ad valorem sebesar 100 persen terhadap impor obat-obatan paten tertentu dan bahan baku farmasi terkait.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (2/4) memberlakukan tarif bea masuk ad valorem sebesar 100 persen terhadap impor obat-obatan paten tertentu dan bahan baku farmasi terkait.
Dalam sebuah perintah eksekutif yang ditandatangani pada Kamis, Trump mengatakan bahwa impor itu "dalam jumlah dan kondisi tertentu berpotensi mengancam keamanan nasional AS".
Tarif yang diberlakukan tersebut akan efektif pada atau setelah 31 Juli 2026 pukul 00.01 Eastern Daylight Time (11.01 WIB).
Perintah itu menyatakan bahwa tarif tersebut akan ditetapkan sebesar 20 persen untuk produk dari perusahaan yang telah, atau kemungkinan besar akan segera, memiliki rencana pemindahan produksi ke dalam negeri (onshoring) yang disetujui oleh Menteri Perdagangan AS. Namun, tarif ini akan naik menjadi 100 persen mulai 2 April 2030.
Jepang, Uni Eropa, Korea Selatan, Swiss, dan Liechtenstein, yang secara bersama-sama telah menandatangani kesepakatan perdagangan dengan AS, akan dikenakan tarif 15 persen, sedangkan Inggris akan dikenakan tarif 10 persen, menurut perintah itu.
Perintah itu juga menyatakan bahwa saat ini produk farmasi generik, biosimilar, dan bahan-bahan terkait dikecualikan dari tarif, termasuk obat-obatan nuklir, terapi berbasis plasma, perawatan kesuburan, serta terapi sel dan gen.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Halal Kulture Market soroti tren teknologi digital, media sosial, dan kaum muda
Indonesia
•
02 Nov 2024

Brunei awali Ramadhan di tengah upaya stabilisasi harga pangan
Indonesia
•
04 Mar 2025

Minyak naik sekalipun OPEC+ tingkatkan produksi, permintaan AS turun
Indonesia
•
06 Jan 2022

Boeing catat kerugian bersih dan penurunan pendapatan pada kuartal pertama 2024
Indonesia
•
29 Apr 2024


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026
Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026
