
Trump sebut bersedia akhiri perang dengan Iran meski Selat Hormuz tetap ditutup

Kapal-kapal Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran terlihat dalam upacara peringatan Hari Teluk Persia Nasional di Teluk Persia di dekat Bushehr, Iran, pada 29 April 2024. (Xinhua/Shadati)
Misi untuk membuka Selat Hormuz akan memperpanjang perang AS dengan Iran melampaui target waktunya selama empat hingga enam pekan.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada para ajudannya bahwa dia bersedia mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran meskipun Selat Hormuz sebagian besar masih ditutup. Demikian dilaporkan The Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (30/3) malam waktu setempat, mengutip pejabat pemerintahan Trump.
Trump dan para ajudannya baru-baru ini menilai bahwa misi untuk membuka jalur perairan energi global yang krusial itu akan memperpanjang perang dengan Iran melampaui target waktunya selama empat hingga enam pekan, ungkap laporan WSJ.
Sebagai hasilnya, Trump memutuskan bahwa AS harus berfokus pada pencapaian tujuan utamanya, yaitu melumpuhkan angkatan laut dan persediaan rudal Iran, dan secara bersamaan menekan Teheran secara diplomatik untuk memulihkan arus perdagangan yang bebas melalui Selat Hormuz; dan jika upaya ini gagal, Gedung Putih akan mendesak sekutu-sekutunya di Eropa dan Teluk untuk mengambil inisiatif dalam membuka kembali selat tersebut, papar para pejabat.
Opsi militer tetap tersedia, namun bukan menjadi prioritas utama Trump saat ini, tambah para pejabat.
Terlepas dari penilaian tersebut, pesan publik Trump mengenai perang dengan Iran tidak konsisten. Pada Senin pagi waktu setempat, dia mengancam akan "sepenuhnya menghancurkan" semua pembangkit listrik, sumur minyak, dan Pulau Kharg milik Iran jika kesepakatan tidak segera tercapai.
Sementara itu, pemerintahan Trump telah mengambil langkah untuk memperkuat kehadiran militer AS di kawasan tersebut. Selama akhir pekan lalu, USS Tripoli dan Unit Ekspedisi Marinir (Marine Expeditionary Unit) ke-31 memasuki area itu, dan elemen dari Divisi Airborne (Airborne Division) ke-82 telah mulai tiba. Pengerahan hingga 10.000 pasukan darat tambahan juga sedang dipertimbangkan, sebut WSJ.
Trump dilaporkan juga sedang mempertimbangkan sebuah misi kompleks untuk merebut cadangan uranium Iran.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Senin mengatakan bahwa AS sedang berupaya memulihkan pengiriman normal melalui selat itu, meskipun pembukaannya kembali tidak termasuk dalam daftar tujuan utama militer pemerintah, yang berfokus pada penargetan angkatan laut, program rudal, industri pertahanan, dan infrastruktur nuklir Iran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi bersihkan 1.014 ranjau di Yaman
Indonesia
•
15 Jul 2020

27 personel keamanan Meksiko tewas dalam serangan balasan kartel
Indonesia
•
24 Feb 2026

Peluncuran kembali reaktor nuklir Swedia yang rusak ditunda sekali lagi
Indonesia
•
10 Mar 2023

Bulgaria secara parsial resmi jadi anggota zona Schengen
Indonesia
•
02 Apr 2024


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
