
Trump tolak aturan AI dunia, PBB peringatkan agen AI mulai bertindak di luar kendali

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara dalam Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di markas besar PBB di New York pada 22 September 2026. (Xinhua/Zhang Fengguo)
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (22/9) mengatakan bahwa AS hanya akan mendorong kecerdasan buatan (AI) dan mempertahankan kepemimpinan AI dengan cara yang aman dan bertanggung jawab, serta menolak upaya internasional untuk meregulasi AI.
AS sepenuhnya menolak setiap upaya untuk "membangun skema globalis" guna mengendalikan AI yang sedang marak diperbincangkan, ujar Trump saat menyampaikan pidatonya dalam debat umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN General Assembly/UNGA).
"Saya tidak akan menghambat pertumbuhan sesuatu yang bakal menjadi lebih besar daripada revolusi industri," kata Trump.
Dia menambahkan bahwa AS akan memantau AI secara ketat melalui Departemen Kehakiman dan terus memimpin dunia dalam bidang ini dengan cara yang aman dan bertanggung jawab.
Trump juga mendorong agar istilah kecerdasan buatan diganti dengan "kecerdasan super" (super intelligence).
Beberapa pemimpin industri AI dari AS baru-baru ini menyerukan perlambatan terkoordinasi dalam pengembangan teknologi AI, menyoroti prospek teknologi itu meningkatkan kemampuannya secara mandiri serta kemungkinan hilangnya kendali manusia atas teknologi itu.
Sebelumnya pada Selasa yang sama, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan, "Manusia menyerahkan kekuasaan yang semakin banyak kepada mesin, dengan agen-agen AI mulai bertindak di luar kendali, dan senjata otonomos mematikan beralih dari fiksi ilmiah menjadi realitas militer."
Negara-negara yang memimpin revolusi teknologi AI harus saling berbagi informasi mengenai risiko keselamatan yang muncul, kata Guterres.
Dia menyerukan langkah-langkah untuk mengelola risiko AI, termasuk pembentukan kerangka kerja manajemen risiko AI multilateral.
Berbicara dalam debat umum sebelum Trump, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyerukan regulasi terhadap perusahaan teknologi raksasa (Big Tech) dan AI, sekaligus memperingatkan agar teknologi tidak dikembangkan tanpa aturan, transparansi, atau batasan etis.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemadaman komputer picu gangguan di sejumlah bandara Jerman
Indonesia
•
04 Jan 2025

Swedia jabat presidensi Dewan UE selama enam bulan
Indonesia
•
02 Jan 2023

Mantan presiden Kroasia puji usulan Presiden Xi Jinping tentang bangun komunitas dunia
Indonesia
•
28 Oct 2022

Presiden Tanzania: Afrika tak aman bagi mereka yang terlibat korupsi
Indonesia
•
14 Jul 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
