
Dana beku Rusia 4 miliar euro dipakai Uni Eropa untuk Ukraina

Bendera Uni Eropa (UE) dan Ukraina terlihat di kantor pusat UE di Brussel, Belgia, pada 24 Februari 2025. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Ukraina menerima pinjaman sebesar 4 miliar euro atau sekitar 4,7 miliar dolar AS dari Uni Eropa yang bersumber dari aset Rusia yang dibekukan.
Kiev, Ukraina (Xinhua/Indonesia Window) – Ukraina pada Rabu (1/10) menerima pinjaman sebesar 4 miliar euro atau sekitar 4,7 miliar dolar AS dari Uni Eropa (UE) yang bersumber dari aset Rusia yang dibekukan, ungkap Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Ukraina.*1 euro = 19.599 rupiah**1 dolar AS = 16.680 rupiahPinjaman tersebut ditransfer ke anggaran negara Ukraina di bawah inisiatif Extraordinary Revenue Acceleration for Ukraine dari Kelompok Tujuh (Group of Seven/G7), kata Kemenkeu Ukraina lebih lanjut.Menurut pihak kementerian, dana tersebut akan digunakan untuk mendukung sektor sosial, kebutuhan pertahanan, dan upaya pemulihan Ukraina.Pada hari yang sama, Kremlin memperingatkan para pemimpin Eropa bahwa Rusia akan menindak tegas setiap individu atau negara yang terlibat dalam penyitaan asetnya. Kremlin menyampaikan peringatan bahwa tindakan semacam itu akan berdampak buruk bagi lembaga penyimpanan dan investasi Eropa."Kami sedang membicarakan rencana untuk merespons penyitaan ilegal properti Rusia. Di Rusia, secara sederhana kami menyebutnya sebagai pencurian," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi tangguhkan penerbangan dari tujuh negara Afrika
Indonesia
•
27 Nov 2021

Uni Eropa lancarkan sanksi keempat terhadap Rusia
Indonesia
•
12 Mar 2022

Penyelidikan diperluas, tersangka perampokan di Museum Louvre bertambah 2 orang
Indonesia
•
03 Nov 2025

Penduduk Saudi berusia 70 tahun dapat menunaikan umroh
Indonesia
•
18 Mar 2021


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
