
UNU Yogyakarta teken kerja sama dengan perusahaan China, tingkatkan kualitas pendidikan dan penelitian gabungan

Foto yang diabadikan pada 28 Agustus 2024 ini menunjukkan staf sedang menyetel fasilitas di sebuah laboratorium gabungan yang melibatkan berbagai pihak termasuk GEM Co., Ltd. di China dan ITB di Bandung. (Xinhua/Xu Qin)
Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan GEM Co., Ltd. di Jingmen, di Provinsi Hubei, China tengah, guna memajukan kerja sama pendidikan tinggi.
Wuhan, China (Xinhua/Indonesia Window) – Meskipun berjarak ribuan kilometer, Kota Jingmen di Provinsi Hubei, China tengah, telah menjalin hubungan kerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta melalui proyek kolaboratif.UNU Yogyakarta belum lama ini menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan GEM Co., Ltd. di Jingmen guna memajukan kerja sama pendidikan tinggi. Inisiatif tersebut bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antara kedua pihak di berbagai bidang, seperti pendidikan, penelitian ilmiah, penerapan industri, pelayanan masyarakat, dan pengembangan talenta, yang akan semakin memperdalam pertukaran teknologi dan budaya antara China dan Indonesia."Melalui kolaborasi ini, GEM akan memanfaatkan teknologi terdepan serta platform penelitian dan pengembangan (litbang) tingkat tinggi di bidang metalurgi dan ilmu material guna memajukan pengembangan disiplin ilmu tersebut di UNU Yogyakarta," kata Chairman GEM Co., Ltd. Xu Kaihua. Perusahaan itu berencana untuk memberikan beasiswa dan menyediakan platform pelatihan praktis serta kesempatan kerja bagi para mahasiswa di universitas tersebut untuk mendukung pengembangan talenta teknik senior.Dalam beberapa tahun terakhir, GEM Co., Ltd. telah membangun kawasan teknologi tinggi kelas dunia untuk sumber daya nikel dan industri hilir di Indonesia, dengan kapasitas produksi nikel menduduki jajaran peringkat teratas secara global. Pada 28 Agustus 2024, Laboratorium Riset Gabungan Teknologi Material Energi Baru dan Teknik Metalurgi China-Indonesia, yang didirikan bersama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), mulai beroperasi, menjadi laboratorium riset gabungan pertama yang dibangun oleh perusahaan China di Indonesia di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (Belt and Road Initiative/BRI).Wali Kota Jingmen Chen Jiawei dan Konselor Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di China Yudil Chatim hadir untuk menyaksikan penandatanganan perjanjian tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

UNHCR: Dalam 5 tahun, sekitar 1 juta pengungsi Sudan Selatan pulang ke negara mereka
Indonesia
•
02 Nov 2023

Korban tewas akibat runtuhnya tambang batu bara di China jadi 6 orang
Indonesia
•
24 Feb 2023

Piala Dunia 2022 Qatar pecahkan rekor gol terbanyak
Indonesia
•
19 Dec 2022

Kasus pembunuhan di AS masih meningkat pada 2021
Indonesia
•
31 Aug 2022


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
