
Khamenei serukan persatuan dan kecam AS dalam pidato kenegaraannya

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei menghadiri putaran kedua pemilihan umum parlemen ke-12 Iran di Teheran, Iran, pada 10 Mei 2024. (Xinhua/Shadati)
Unjuk rasa di Iran meletus di beberapa kota akibat anjloknya nilai tukar rial dan kesulitan ekonomi berkepanjangan.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada Jumat (9/1) meminta rakyat Iran untuk menjaga persatuan, serta mengatakan sejumlah demonstran mencoba menyenangkan Amerika Serikat (AS).Khamenei menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato kenegaraan yang disiarkan televisi saat negara tersebut sedang menghadapi meningkatnya aksi unjuk rasa.Para pengunjuk rasa "merusak jalanan milik mereka sendiri untuk menyenangkan presiden negara lain," kata pemimpin tertinggi Iran itu, yang merujuk pada Presiden AS Donald Trump.Khamenei meminta pemimpin AS untuk fokus pada masalah di negaranya sendiri.Iran "tidak akan mundur" dalam menghadapi "para penyabot," tuturnya, seraya menambahkan bahwa pemimpin AS yang "arogan" akan "digulingkan".Aksi unjuk rasa yang sedang berlangsung, yang dipicu oleh penurunan tajam nilai tukar rial serta kesulitan ekonomi di beberapa kota di Iran sejak akhir bulan lalu, tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan beberapa bentrokan mematikan dilaporkan terjadi antara polisi dan apa yang digambarkan pemerintah sebagai "para perusuh".Sejak Kamis (8/1), Iran mengalami pemadaman internet skala besar, dengan komunikasi dan media lokal juga menghadapi gangguan yang signifikan.Sejumlah penerbangan dari berbagai negara, termasuk Turkiye dan Uni Emirat Arab, telah membatalkan layanan mereka ke dan dari Iran.Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (10/1) mengatakan bahwa AS "siap membantu" sehubungan dengan situasi di Iran, seraya mengeklaim bahwa Iran "sedang menyongsong KEBEBASAN", kembali menyampaikan ancamannya terhadap negara Timur Tengah tersebut."Iran sedang menyongsong KEBEBASAN, mungkin dalam level yang belum pernah dicapai sebelumnya. AS siap membantu!!!" ungkap Trump dalam unggahannya di Truth Social.Trump dan sejumlah pejabat senior AS lainnya telah berulang kali memperingatkan bahwa Washington akan bertindak jika Iran "membunuh para pengunjuk rasa damai"."Jika mereka mulai membunuh rakyat... kami akan ikut campur," tutur Trump di hadapan awak media pada Jumat (9/1), seraya menambahkan bahwa "itu bukan berarti pengerahan pasukan di lapangan, tetapi berarti menyerang mereka dengan sangat, sangat keras, di titik krusial."Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran pada Rabu (7/1) mengecam pernyataan dari pemerintahan Trump yang disebutnya "intervensionis dan menyesatkan" mengenai aksi unjuk rasa di Iran, mengatakan bahwa pernyataan itu mencerminkan sikap permusuhan yang terus diarahkan Washington kepada rakyat Iran.Sejak akhir Desember, aksi unjuk rasa meletus di beberapa kota di Iran akibat anjloknya nilai tukar rial dan kesulitan ekonomi berkepanjangan. Otoritas Iran telah menanggapi aksi tersebut dan menyatakan kesediaannya untuk menangani keluhan terkait ekonomi, seraya memperingatkan agar masyarakat tidak melakukan kekerasan dan vandalisme.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sidang kepemilikan senjata Hunter Biden dibuka, tarik perhatian nasional di tahun pemilu
Indonesia
•
04 Jun 2024

Dana pemerintah Biden kian menipis, AS umumkan paket senjata terakhir tahun ini untuk Ukraina
Indonesia
•
28 Dec 2023

Senat AS setujui paket bantuan luar negeri senilai 95 miliar dolar AS untuk Israel dan Ukraina
Indonesia
•
25 Apr 2024

82 layar multi-bahasa dipasang di Masjidil Haram untuk bantu jamaah
Indonesia
•
14 Apr 2022


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
