
China setujui vaksin HPV 9-Valen pertama yang diproduksi di dalam negeri

Seorang perawat menunjukkan vaksin 'human papillomavirus' (HPV) yang dikembangkan oleh para peneliti China di Rumah Sakit Kesehatan Ibu dan Anak tingkat provinsi di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, pada 18 Mei 2020. (Xinhua/Xiong Qi)
Vaksin Cecolin 9 memberikan perlindungan yang kuat terhadap HPV tipe 16 dan 18, galur yang sama yang tercakup dalam vaksin 2-valen, serta lima tipe HPV lainnya yaitu tipe 31, 33, 45, 52, dan 58, dengan tingkat perlindungan lebih dari 98 persen terhadap infeksi persisten yang berlangsung selama lebih dari 12 bulan dan tingkat perlindungan 100 persen terhadap infeksi serviks.
Xiamen, China (Xinhua/Indonesia Window) – China pada Kamis (29/5) menyetujui vaksin human papillomavirus (HPV) 9-valen yang dikembangkan di dalam negeri untuk pertama kalinya, menurut Administrasi Produk Medis Nasional (National Medical Products Administration) China.Vaksin Cecolin 9 ini dikembangkan bersama oleh Laboratorium Biomedis Xiang An, Universitas Xiamen, dan Wantai BioPharm. Persetujuan penggunaannya menjadikan China negara kedua di dunia, setelah Amerika Serikat (AS), yang mampu memasok vaksin HPV bervalensi tinggi secara mandiri.Sejak 2019, vaksin ini telah melalui lima tahap uji klinis yang dilakukan di seluruh China, yang melibatkan lebih dari 11.000 sukarelawan sehat berusia 9-45 tahun.Hasil uji coba menunjukkan bahwa vaksin ini memberikan perlindungan yang kuat terhadap HPV tipe 16 dan 18, galur yang sama yang tercakup dalam vaksin 2-valen, serta lima tipe HPV lainnya yaitu tipe 31, 33, 45, 52, dan 58, dengan tingkat perlindungan lebih dari 98 persen terhadap infeksi persisten yang berlangsung selama lebih dari 12 bulan dan tingkat perlindungan 100 persen terhadap infeksi serviks.Untuk anak perempuan berusia 9-17 tahun, hanya dua dosis saja sudah cukup untuk menghasilkan respons imun yang sebanding dengan respons imun pada perempuan berusia 18 hingga 26 tahun yang menerima tiga dosis. Untuk anak perempuan berusia 15-17 tahun, saat ini vaksin HPV dua dosis merupakan satu-satunya vaksin HPV yang tersedia di China.Sebuah studi komparatif menunjukkan bahwa vaksin baru ini memberikan respons imun yang sebanding dengan produk internasional serupa selama setidaknya 30 bulan setelah imunisasi penuh. Temuan ini telah dipublikasikan di jurnal The Lancet Infectious Diseases.Vaksin baru ini merupakan pencapaian terbaru dari tim peneliti tersebut, yang juga mengembangkan vaksin HPV 2-valen buatan dalam negeri pertama di China pada 2019. Pada 2021, vaksin HPV 2-valen ini telah mendapatkan prakualifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sejak saat itu telah memasuki pasar di 21 negara.Kanker serviks merupakan jenis kanker paling lazim keempat di kalangan wanita di seluruh dunia pada 2022, menurut WHO. China menyediakan vaksinasi HPV gratis bagi sekitar 40 persen anak perempuan berusia 13-14 tahun pada 2024, sebagai bagian dari upaya yang sedang berlangsung untuk menanggulangi kanker serviks, demikian menurut Komisi Kesehatan Nasional China.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Rusia-China kerja sama pembuatan stasiun penelitian bulan
Indonesia
•
10 Mar 2021

Perusahaan telekomunikasi China teken kesepakatan majukan ekosistem media digital Saudi
Indonesia
•
12 Nov 2022

Pakar kesehatan peringatkan agar tidak remehkan risiko "tumor lambat"
Indonesia
•
18 Apr 2024

28 kumbang moncong jenis baru ditemukan di Sulawesi
Indonesia
•
04 Nov 2021


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
