
WHO ubah nama ‘monkeypox’ jadi ‘mpox’, hindari stigma

Foto yang diabadikan pada 30 Maret 2021 ini menunjukkan tampilan eksterior kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss. (Xinhua/Chen Junxia)
Nama monkeypox berubah menjadi ‘mpox’, menyusul keresahan yang disampaikan oleh sejumlah individu dan negara dalam beberapa pertemuan dan meminta WHO untuk mengusulkan sebuah cara guna mengubah nama itu ke depannya.
Jenewa, Swiss (Xinhua) – Untuk menghindari stereotipe dan stigmatisasi yang rasis, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin (28/11) merekomendasikan agar nama virus cacar monyet (monkeypox) diganti menjadi ‘mpox’.Kedua nama itu, baik mpox maupun monkeypox, akan digunakan secara bersamaan selama satu tahun, sementara nama monkeypox nantinya akan dihapus secara bertahap, kata WHO dalam sebuah rilis pers. Perubahan itu dibuat setelah sejumlah individu dan negara menyampaikan keresahan mereka dalam beberapa pertemuan dan meminta WHO untuk mengusulkan sebuah cara guna mengubah nama itu ke depannya.Periode transisi selama satu tahun itu berfungsi untuk mengurangi kekhawatiran para pakar terkait kebingungan yang ditimbulkan oleh perubahan nama di tengah merebaknya wabah secara global. Ini juga bertujuan untuk memberikan waktu dalam penyelesaian proses pembaruan Klasifikasi Penyakit Internasional (International Classification of Diseases/ICD) dan membarui publikasi WHO.
Sebuah poster terpampang di jendela lokasi vaksinasi cacar monyet di New York, Amerika Serikat, pada 6 September 2022. (Xinhua/Michael Nagle)
Orang-orang membersihkan tangan di sebuah lokasi vaksinasi cacar monyet di kawasan Brooklyn, New York, Amerika Serikat, pada 30 Juli 2022. (Xinhua/Michael Nagle)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap penggunaan media sosial dapat bantu cegah depresi
Indonesia
•
15 Nov 2024

‘Living circle’ 15 menit di China mudahkan masyarakat peroleh layanan sehari-hari
Indonesia
•
13 Jul 2023

Presiden Korsel nyatakan kondisi darurat nasional demografis
Indonesia
•
21 Jun 2024

AS sulit capai target iklim karena persaingan partisan
Indonesia
•
11 Feb 2023


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
