
1,2 juta warga Gaza hadapi tempat tinggal kritis hingga katastropik saat musim hujan

1,2 juta warga Gaza hadapi tempat tinggal kritis hingga katastropik saat musim hujan
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Memasuki musim hujan, kondisi tempat penampungan bagi sebagian besar warga Gaza berkisar antara kritis hingga katastropik, demikian disampaikan badan kemanusiaan PBB pada Jumat (18/9).
Mitra-mitra kemanusiaan terus memperingatkan bahwa keluarga-keluarga di Gaza saat ini tinggal di tengah kehancuran yang meluas, kebutuhan bantuan kemanusiaan yang sangat besar, serta pembatasan yang terus berlanjut terhadap akses dan masuknya pasokan esensial, ungkap Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).
"Diperkirakan 1,2 juta orang, atau 58 persen dari populasi, menghadapi kondisi tempat tinggal yang berkisar dari kritis hingga katastropik," kata OCHA.
Saat hujan pertama musim ini mengguyur Gaza pada Jumat, mitra-mitra kemanusiaan menekankan bahwa lebih dari 65 persen keluarga yang telah mereka data saat ini tinggal di tenda atau tempat penampungan darurat, dengan lebih dari separuhnya berada dalam kondisi buruk atau sangat buruk, kata kantor PBB tersebut.
Bagian-bagian dari sebuah bangunan hunian yang rusak akibat perang di Gaza City runtuh pada Jumat. Insiden tersebut merupakan insiden kedua dari runtuhnya sebuah bangunan pada pekan ini. Tim darurat berhasil menyelamatkan anak-anak yang berada di bawah reruntuhan bangunan tersebut, dan hanya ada korban luka ringan, ungkap OCHA.
Insiden bangunan runtuh yang pertama terjadi pada Rabu (16/9), menewaskan sedikitnya 21 orang, termasuk 11 anak.
OCHA mengatakan bahwa bersama para mitra, pihaknya telah menjangkau 200 rumah tangga dengan bantuan cepat pada pekan lalu dan menyalurkan bantuan hunian rutin kepada hampir 6.600 keluarga, yang mencakup ratusan tenda baru, terpal, peralatan dapur, lampu tenaga surya, alas tidur, serta selimut.
Sekali lagi, PBB mendesak otoritas Israel untuk menyetujui masuknya alat berat, oli mesin, bahan bangunan tahan lama, dan barang-barang lain yang diperlukan untuk memperbaiki bangunan yang rusak dan membantu masyarakat mendapatkan kondisi hidup yang lebih aman.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Militer AS masih seliweran di Timur Tengah, Iran sebut AS agresif
Indonesia
•
31 Jan 2026

Taiwan menuju kepemimpinan baru
Indonesia
•
09 Jan 2020

Masjid Nabawi dibuka kembali dengan kapasitas 40 persen
Indonesia
•
31 May 2020

Larangan minyak Rusia lintas laut rugikan Putin 10 miliar dolar AS per tahun
Indonesia
•
31 May 2022


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
