
Presiden Abbas desak Hamas serahkan senjata kepada Otoritas Palestina

Asap membubung pascaserangan udara Israel di kamp pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 27 Mei 2025. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Abbas mengecam langkah-langkah unilateral Israel, termasuk perluasan permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem, serta menolak segala upaya apa pun untuk menganeksasi wilayah Palestina dan serangan berulang kali terhadap situs-situs suci Islam dan Kristen.
Ramallah, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Ahad (13/7) menyerukan agar Hamas menyerahkan persenjataannya kepada Otoritas Palestina (Palestinian Authority/PA).Dalam pertemuannya dengan mantan perdana menteri Inggris Tony Blair di Amman, ibu kota Yordania, Abbas menyebutkan bahwa "Hamas tidak akan memerintah Gaza di era pascaperang," demikian dilansir kantor berita resmi Palestina, WAFA.Abbas menegaskan bahwa satu-satunya solusi yang layak bagi Jalur Gaza adalah penarikan Israel sepenuhnya dari wilayah kantong tersebut dan pemberdayaan Negara Palestina untuk memangku tanggung jawabnya dengan dukungan dari negara-negara Arab dan komunitas internasional.WAFA mengatakan bahwa pertemuan tersebut membahas perkembangan terbaru di wilayah Palestina, serta perkembangan politik dan kemanusiaan yang berkaitan dengan perang yang masih berlangsung di Jalur Gaza.Abbas menekankan perlunya mencapai gencatan senjata sesegera mungkin, membebaskan semua sandera dan tahanan, serta memastikan masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke Jalur Gaza.Dalam pertemuan tersebut, Abbas mengecam langkah-langkah unilateral Israel, termasuk perluasan permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem, serta menolak segala upaya apa pun untuk menganeksasi wilayah Palestina dan serangan berulang kali terhadap situs-situs suci Islam dan Kristen.
Foto yang diabadikan pada 15 April 2025 ini menunjukkan deretan tenda di sebuah tempat penampungan sementara di Gaza City. Otoritas kesehatan di Gaza pada Rabu (16/4) mengumumkan bahwa sedikitnya 25 orang tewas, sementara 89 lainnya mengalami luka-luka di berbagai penjuru Gaza dalam 24 jam terakhir. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China luncurkan penyelidikan antidumping bahan kimia dari UE, AS, Taiwan, dan Jepang
Indonesia
•
20 May 2024

Selat Hormuz bebas ranjau? Trump ancam hancurkan kapal yang pasang ranjau baru
Indonesia
•
27 Aug 2026

Iran tuntut perang berakhir permanen, alih-alih gencatan senjata
Indonesia
•
03 May 2026

Rusia sebut hubungan dengan AS masih dalam 'krisis' meskipun pertukaran tahanan sukses
Indonesia
•
09 Dec 2022


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
