
Iran tuntut perang berakhir permanen, alih-alih gencatan senjata

Foto yang diabadikan pada 1 Mei 2026 ini memperlihatkan pemandangan Teheran, Iran. (Xinhua)
Tuntutan Iran mencakup penarikan pasukan AS dari wilayah dekat perbatasannya dan jaminan tidak adanya agresi, serta langkah-langkah ekonomi, seperti pencabutan blokade angkatan laut, pelepasan aset Iran yang dibekukan, pelonggaran sanksi, dan pembayaran kompensasi.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Iran telah mengajukan proposal balasan berisi 14 poin kepada Amerika Serikat (AS) yang menyerukan penghentian pertempuran secara permanen dan penarikan penuh pasukan AS dari kawasan tersebut, demikian dilaporkan kantor berita semiresmi Tasnim pada Sabtu (2/5).
Proposal tersebut disampaikan melalui pihak perantara, Pakistan, sebagai tanggapan atas proposal berisi sembilan poin dari AS, kata Tasnim.
Sementara proposal Washington menyerukan gencatan senjata selama dua bulan, Teheran mengusulkan jangka waktu 30 hari untuk menyelesaikan isu-isu utama, seraya bersikeras bahwa pembicaraan harus fokus pada "mengakhiri perang" alih-alih gencatan senjata sementara, ungkap laporan Tasnim.
Tuntutan Iran mencakup penarikan pasukan AS dari wilayah dekat perbatasannya dan jaminan tidak adanya agresi, serta langkah-langkah ekonomi, seperti pencabutan blokade angkatan laut, pelepasan aset Iran yang dibekukan, pelonggaran sanksi, dan pembayaran kompensasi.
Proposal tersebut juga menyerukan diakhirinya pertempuran di berbagai front, termasuk di Lebanon, dan pembentukan mekanisme tata kelola baru untuk Selat Hormuz, yang merupakan jalur kunci bagi pengiriman minyak global.
Iran sedang menunggu tanggapan resmi dari para pejabat AS, sebut laporan Tasnim.
Media pemerintah menyebutkan bahwa Iran telah menyampaikan proposal baru untuk perundingan melalui Pakistan pada Selasa (28/4). Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota Iran lainnya, hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan senior dan warga sipil Iran. Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan kepentingan-kepentingan AS di kawasan Timur Tengah.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, diikuti oleh perundingan antara delegasi Iran dan AS di Islamabad yang gagal menghasilkan kesepakatan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PM Australia sebut pelaku penembakan Sydney tampaknya termotivasi ideologi ISIS
Indonesia
•
17 Dec 2025

Kepemimpinan CPC susun mekanisme penerapan prinsip kongres partai
Indonesia
•
26 Oct 2022

Satu tahun serangan 7 Oktober, Biden kecam pembantaian Hamas dan ratapi penderitaan warga sipil di Gaza
Indonesia
•
08 Oct 2024

Pemerintah Rusia tak punya akun medsos
Indonesia
•
19 Feb 2021


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Selat Hormuz memanas lagi! AS langsung gempur fasilitas rudal Iran
Indonesia
•
27 Jun 2026

Angka kasus Ebola di RD Kongo tembus 1.200
Indonesia
•
27 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026
