
Abrasi pantai buat petani garam di Desa Lancok, Aceh terapkan metode tradisional rebus

Foto yang diabadikan pada 2 Mei 2026 ini memperlihatkan seorang pekerja memproduksi garam secara tradisional dengan cara direbus di atas tungku api besar di Desa Lancok, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. (Xinhua/Fachrul Reza)
Para petani beralih menggunakan bibit garam untuk tetap melanjutkan produksi dengan metode merebus, sebagai upaya mempertahankan mata pencaharian mereka di tengah keterbatasan.
Aceh Utara, Aceh (Xinhua/Indonesia Window) – Produksi garam di Desa Lancok, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, mengalami kendala akibat hilangnya lahan garapan pascabanjir bandang dan abrasi pantai. Kondisi ini memaksa para petani beralih menggunakan bibit garam untuk tetap melanjutkan produksi dengan metode merebus, sebagai upaya mempertahankan mata pencaharian mereka di tengah keterbatasan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Demi stabilkan harga, Myanmar umumkan pembebasan pajak sementara atas impor ‘high-speed diesel’
Indonesia
•
03 Apr 2026

‘Output’ energi China pada 2022 catat peningkatan stabil
Indonesia
•
09 Jan 2023

Fokus Berita – Perusahaan asing raup keuntungan dari kesuksesan pameran-pameran di China
Indonesia
•
22 Feb 2024

Abrasi pantai buat petani garam di Desa Lancok, Aceh terapkan metode tradisional rebus
Indonesia
•
04 May 2026


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
