
Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik

Diagram skematik yang disediakan oleh Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China ini menunjukkan cip "Zuchongzhi 3.0". (Xinhua/Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China)
Lonjakan permintaan semikonduktor baru-baru ini diperkirakan akan terus berlanjut meskipun terdapat gangguan rantai pasokan akibat krisis Timur Tengah dan berbagai ketidakpastian perdagangan lainnya.
Kuala Lumpur, Malaysia (Xinhua/Indonesia Window) – Lonjakan permintaan semikonduktor baru-baru ini diperkirakan akan terus berlanjut meskipun terdapat gangguan rantai pasokan akibat krisis Timur Tengah dan berbagai ketidakpastian perdagangan lainnya, demikian ungkap sebuah kelompok industri.
Penjualan semikonduktor secara global diperkirakan akan mencapai 1 triliun dolar AS tahun ini, dan akan berlipat ganda menjadi 2 triliun dolar pada 2035, didorong oleh pesatnya pertumbuhan pusat data yang digunakan untuk mendukung teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), papar Ajit Manocha, kepala eksekutif kelompok industri cip global SEMI, di sela-sela acara SEMICON Southeast Asia 2026 di Kuala Lumpur pada Selasa (5/5).
*1 dolar AS = 17.425 rupiah
Ajit menganggap risiko yang timbul dari ketegangan geopolitik tidak terlalu besar, yang menurutnya kecil kemungkinan akan menghambat pertumbuhan pesat tahun ini, meskipun kekurangan bahan baku yang terus berlanjut dapat memengaruhi prospek jangka panjang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Suku bunga The Fed AS yang lebih tinggi akan tetap berlaku
Indonesia
•
06 Jan 2023

Balas kenaikan tarif AS, China naikkan tarif tambahan jadi 84 persen untuk produk impor AS
Indonesia
•
10 Apr 2025

Halal Kulture Market soroti tren teknologi digital, media sosial, dan kaum muda
Indonesia
•
02 Nov 2024

Pembangkit listrik tenaga fotovoltaik dukung pembangunan hijau China
Indonesia
•
18 Dec 2022


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
