
ADB luncurkan rencana 6 tahun baru untuk bantu Filipina capai pertumbuhan berkelanjutan

Seorang pedagang menunggu pelanggan di dalam kiosnya di sebuah pasar di Quezon City, Filipina, pada 11 April 2024. (Xinhua/Rouelle Umali)
ADB di bawah strategi baru akan mengintensifkan dukungan untuk inisiatif yang menguntungkan rumah tangga berpenghasilan rendah, mempromosikan koridor pertumbuhan ekonomi regional melalui investasi infrastruktur unggulan, dan mengalihkan fokus ke sektor emerging seperti energi bersih, ekonomi biru, dan investasi berbasis alam.
Manila, Filipina (Xinhua/Indonesia Window) – Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) pada Kamis (5/9) mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan strategi kemitraan negara enam tahun baru yang dirancang untuk memastikan bahwa pertumbuhan Filipina berkelanjutan, inklusif dan tangguh dalam menghadapi tantangan iklim.Berlaku dari 2024 hingga 2029, strategi tersebut akan fokus pada penanganan kebutuhan pembangunan kritis Filipina dan memperkuat dukungan dalam tiga bidang utama: pembangunan manusia, daya saing ekonomi dan infrastruktur berkualitas, serta pembangunan berbasis alam dan ketahanan bencana, kata bank yang berpusat di Manila tersebut dalam sebuah rilis pers.Inisiatif lintas sektor yang mempromosikan transformasi digital, kesetaraan gender, serta peningkatan tata kelola dan kapasitas kelembagaan itu merupakan bagian integral dari strategi tersebut, yang memastikan pendekatan holistik terhadap pembangunan, imbuhnya.
Orang-orang terlihat di sebuah pusat perbelanjaan di Quezon City, Filipina, pada 12 Januari 2024. (Xinhua/Rouelle Umali)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Inggris alami penurunan lowongan kerja terpanjang dalam sejarah
Indonesia
•
19 Dec 2024

ADB: Perang Rusia-Ukraina perlambat pertumbuhan negara berkembang Asia
Indonesia
•
06 Apr 2022

BOCHK kembali dukung penerbitan Dim Sum Bond pemerintah Indonesia
Indonesia
•
01 Mar 2026

IEA: Eropa berpotensi alami kekurangan gas pada 2023
Indonesia
•
04 Nov 2022


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026

Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

Bank Dunia peringatkan pertumbuhan ekonomi Pasifik akan melambat jadi 2,8 persen pada 2026
Indonesia
•
13 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026
