
CDC Afrika peringatkan kenaikan jumlah kasus mpox, luncurkan rencana respons dengan WHO

Para tenaga kesehatan mempersiapkan obat untuk pasien yang terjangkit mpox di sebuah rumah sakit di pinggiran Goma, Provinsi Kivu Utara, Republik Demokratik (RD) Kongo, pada 19 Agustus 2024. (Xinhua/Str)
Afrika sedang mengalami tren kenaikan dalam jumlah kasus mpox, dengan 24.851 kasus suspek mpox, termasuk 5.549 kasus terkonfirmasi dan 643 kasus kematian, sejak 2024.
Kinshasa/Addis Ababa, RD Kongo/Ethiopia (Xinhua/Indonesia Window) – Afrika sedang mengalami "tren kenaikan" dalam jumlah kasus mpox, kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) Afrika memperingatkan pada Jumat (6/9), saat badan itu melakukan peluncuran respons kontinental gabungan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).Rencana enam bulan itu, yang berlangsung mulai September 2024 hingga Februari 2025, memiliki estimasi anggaran sebesar hampir 600 juta dolar AS. Sebanyak 55 persen dari anggaran tersebut dialokasikan untuk upaya respons mpox di sejumlah negara yang terdampak, sementara 45 persen sisanya ditujukan untuk dukungan operasional dan teknis melalui beberapa organisasi mitra.Sejak 2024, benua Afrika melaporkan 24.851 kasus suspek mpox, termasuk 5.549 kasus terkonfirmasi dan 643 kasus kematian, kata Direktur Jenderal CDC Afrika Jean Kaseya dalam sebuah konferensi pers daring.Republik Demokratik (RD) Kongo menjadi pusat wabah tersebut, melaporkan 90 persen dari seluruh kasus yang tercatat. RD Kongo melaporkan 20.463 kasus suspek mpox, termasuk 635 kematian.Menurut Kaseya, terdapat "tren kenaikan" dalam jumlah kasus mpox di seluruh Afrika, dengan sedikitnya 14 negara terdampak, khususnya sejak Mei 2024.
Pasien-pasien yang terjangkit mpox dan keluarga mereka terlihat di sebuah pusat perawatan mpox di pinggiran Bukavu, Provinsi Kivu Selatan, Republik Demokratik (RD) Kongo, pada 31 Agustus 2024. (Xinhua/Alain Uyakani)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Survei: Bencana alam karena perubahan iklim buat jutaan orang di AS telantar
Indonesia
•
16 Feb 2023

Haji1441 - Haji tahun ini digelar bagi warga yang tinggal di Saudi
Indonesia
•
23 Jun 2020

Ratusan pengguna gabung komunitas mobil listrik BYD di Indonesia
Indonesia
•
28 Aug 2024

Rumah sakit anak di AS kewalahan hadapi kasus RSV
Indonesia
•
03 Nov 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
