
Media sebut kampus-kampus di AS bersiap hadapi kemungkinan kembalinya unjuk rasa antiperang

Para pekerja akademis menggelar aksi unjuk rasa di Universitas California Los Angeles (UCLA) di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 28 Mei 2024. (Xinhua/Zeng Hui)
Aksi unjuk rasa antiperang yang terus berlanjut di banyak kampus di Amerika Serikat telah mengganggu upacara kelulusan dan mengancam status akademis beberapa mahasiswa.
New York City, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Seiring dimulainya semester musim gugur di banyak perguruan tinggi Amerika Serikat (AS), para administrator sedang mempersiapkan kemungkinan lonjakan aktivisme kampus, lapor USA Today pada Senin (26/8), menyebut bahwa tahun ajaran yang lalu berakhir dengan penuh kericuhan akibat berbagai aksi unjuk rasa antiperang yang terus berlanjut di banyak kampus, hingga mengganggu upacara kelulusan dan mengancam status akademis beberapa mahasiswa."Meskipun demonstrasi di kampus-kampus mereda pada musim panas ini setelah para mahasiswa membubarkan diri, kondisi-kondisi yang memotivasi gelombang aktivisme belakangan ini tidak banyak berubah sejak musim semi," ujar laporan tersebut.Kendati beberapa presiden perguruan tinggi ternama telah meninggalkan jabatan mereka, banyak kampus belum mengubah strategi investasi mereka secara substantif, sebuah tuntutan yang diajukan oleh sebagian besar pengunjuk rasa, namun merupakan permintaan yang rumit dalam praktiknya.Negosiasi internasional mengenai gencatan senjata di Gaza masih alot. Di samping itu, para anggota Kongres AS terus melihat peluang politik untuk melibatkan diri ke dalam perdebatan tentang bagaimana seharusnya kampus-kampus mengatasi kerusuhan.Ketika para aktivis muda bersiap meningkatkan momentum lagi, peraturan yang lebih keras menanti mereka di beberapa kampus. Hukuman untuk unjuk rasa antiperang berbeda-beda secara signifikan antarkampus, ungkap laporan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Opini – Tiga dekade sistem asuransi kesehatan, Taiwan tingkatkan kesetaraan kesehatan
Indonesia
•
30 Apr 2025

Jumlah pengguna internet lansia di Taiwan meningkat
Indonesia
•
25 Mar 2022

COP15 setujui Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal
Indonesia
•
20 Dec 2022

Pakistan siap bekerja sama dengan masyarakat internasional atasi isu lingkungan global
Indonesia
•
27 Mar 2023


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
