
China keluarkan peringatan kuning untuk badai salju dan gelombang dingin

Foto yang diabadikan pada 23 November 2024 ini menunjukkan pemandangan salju di objek wisata Gunung Mingsha dan Mata Air Bulan Sabit di Dunhuang, Provinsi Gansu, China barat laut. (Xinhua/Zhang Xiaoliang)
Badai salju diperkirakan akan menghantam beberapa daerah di sebelah timur laut China, dengan sebagian besar China bagian tengah dan utara akan mengalami penurunan suhu antara 6 hingga 10 derajat Celsius selama empat hari ke depan.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Otoritas meteorologi China pada Senin (25/11) mengeluarkan peringatan kuning untuk badai salju, dengan badai salju diperkirakan akan menghantam beberapa daerah di sebelah timur laut negara tersebut.Mulai Senin pukul 08.00 hingga Selasa (26/11) pukul 08.00 waktu setempat, badai salju akan menghantam beberapa daerah di Mongolia Dalam, Heilongjiang, Jilin, dan Liaoning, menurut Pusat Meteorologi Nasional (National Meteorological Center) China.Beberapa area di Liaoning akan mengalami hujan salju setebal 20-25 milimeter selama periode tersebut.Pusat itu telah menyarankan para pejalan kaki dan pengemudi untuk ekstra berhati-hati selama cuaca bersalju dan mendesak pemerintah setempat untuk mengambil tindakan pencegahan terkait jalan raya, jalur kereta, listrik, dan telekomunikasi.Pusat tersebut juga memperbarui peringatan kuning untuk gelombang dingin pada Senin, saat sebagian besar China bagian tengah dan utara akan mengalami penurunan suhu antara 6 hingga 10 derajat Celsius selama empat hari ke depan.Sebelumnya, Beijing, rumah bagi lebih dari 21 juta orang, mengeluarkan peringatan biru untuk gelombang dingin pada Ahad (24/11). Ibu kota China tersebut memperingatkan penurunan suhu yang tajam, dan cuaca buruk diperkirakan melanda kota itu dalam beberapa hari ke depan.Menurut perkiraan itu, hujan dan salju akan mulai turun pada Minggu malam waktu setempat dan berlangsung hingga Senin (25/11) siang, dengan kondisi badai salju berpotensi melanda beberapa area pegunungan. Setelah presipitasi tersebut mereda, embusan angin kencang dan suhu beku akan mendominasi hingga Rabu (27/11) mendatang.Menanggapi hal itu, otoritas manajemen perkotaan Beijing telah memobilisasi sumber daya yang ekstensif untuk memastikan keselamatan publik dan menjaga pengoperasian yang normal. Lebih dari 35.000 personel, 5.121 kendaraan pembersih salju, dan lebih dari 4.600 unit mesin penyapu salju telah disiagakan untuk menangani akumulasi salju dan es yang diperkirakan akan terjadi."Hujan dan salju akan menurunkan jarak pandang secara signifikan dan menimbulkan kondisi jalan yang licin," ujar Zhao Wei, kepala prakirawan cuaca di pusat meteorologi Beijing. "Warga diimbau untuk mengemudi secara hati-hati, memantau kondisi jalan, dan menghindari aktivitas di luar ruangan di area-area pegunungan yang berisiko mengalami (hujan) es dan salju."Pusat Meteorologi Nasional (National Meteorological Center) China pada Ahad pagi juga memperbarui peringatan biru untuk gelombang dingin dan angin kencang, dengan penurunan suhu yang tajam dan angin kencang diperkirakan akan melanda sejumlah daerah di negara itu dalam beberapa hari mendatang.China memiliki sistem peringatan cuaca empat tingkat berkode warna, dengan warna merah mewakili cuaca paling parah, diikuti oleh oranye, kuning, dan biru.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

PBB: 63.000 metrik ton makanan menanti pencabutan blokade bantuan Gaza
Indonesia
•
16 Mar 2025

Larangan konsumsi minuman beralkohol di jalan akan diberlakukan di beberapa area di Shibuya Tokyo
Indonesia
•
18 Jun 2024

China berupaya bangun masyarakat digital yang inklusif bagi warga lansia
Indonesia
•
04 Apr 2023

Proyek aforestasi di Beijing tambah luas area hijau
Indonesia
•
03 Feb 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
