
Ilmuwan Rusia sebut aktivitas Matahari naik tiga kali lipat dibandingkan rata-rata Juli

Foto dokumentasi menunjukkan siluet turbin angin berlatarkan pemandangan matahari terbenam di Hurghada, Mesir, pada 4 Agustus 2023. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Aktivitas Matahari meningkat sekitar tiga kali lipat dibandingkan nilai rata-rata untuk Juli, dengan 17 suar terjadi dalam waktu kurang dari dua hari.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Aktivitas Matahari meningkat sekitar tiga kali lipat dibandingkan nilai rata-rata untuk Juli, dengan 17 suar terjadi dalam waktu kurang dari dua hari, demikian disampaikan pada Sabtu (12/7) oleh para peneliti Rusia yang mengkaji Matahari.Dalam dua hari terakhir, "peningkatan pesat pada jumlah dan luas area aktif teramati di Matahari, termasuk di sisi jauh, yang tidak terlihat dari Bumi dan saat ini sedang dipantau oleh pesawat ruang angkasa Eropa, Solar Orbiter," kata Laboratorium Astronomi Matahari di Institut Penelitian Luar Angkasa Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia dalam sebuah pernyataan. "Dengan kata lain, pertumbuhan aktivitas ini bersifat global."Menurut para ilmuwan, dua suar kelas M, yang dianggap sebagai suar Matahari berintensitas sedang, terekam di tepi kiri Matahari pada Sabtu pagi."Secara keseluruhan, dalam waktu kurang dari dua hari, yakni dari 11 hingga 12 Juli, sebanyak 17 suar terjadi di Matahari, yang setara dengan peningkatan aktivitas suar sekitar tiga kali lipat dibandingkan dengan nilai rata-rata untuk Juli," lapor institut itu.Para astronom menekankan bahwa peningkatan aktivitas ini belum menimbulkan ancaman langsung bagi Bumi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China telah bangun lebih dari 1,3 juta stasiun pemancar 5G
Indonesia
•
21 Dec 2021

Teleskop besar China untuk deteksi eksoplanet akan resmi beroperasi pada 2026
Indonesia
•
10 Feb 2024

Studi: Ruang hijau turunkan tingkat bunuh diri
Indonesia
•
08 Nov 2023

China tingkatkan optimalisasi gabungan wahana antariksa kargo dan roket untuk suplai stasiun luar angkasa murah
Indonesia
•
16 Nov 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
