
Alasan risiko keamanan, AS izinkan staf nonesensial kedubes tinggalkan Israel

Foto yang diabadikan menggunakan ponsel pada 26 Februari 2026 ini menunjukkan bangunan markas besar Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) di Tel Aviv, Israel (wilayah Palestina yang diduduki). (Xinhua/Chen Junqing)
Personel nonesensial pemerintah AS beserta keluarga mereka diizinkan meninggalkan Israel karena alasan keamanan.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah mengizinkan personel nonesensial pemerintah AS beserta keluarga mereka meninggalkan Israel karena alasan keamanan, demikian menurut Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Israel pada Jumat (27/2).
Dalam pernyataannya, Kedubes AS mengatakan para individu tersebut sebaiknya mempertimbangkan untuk meninggalkan Israel selagi penerbangan komersial masih beroperasi.
Mereka menambahkan pihaknya dapat lebih lanjut membatasi atau melarang pegawai pemerintah AS beserta keluarga mereka untuk melakukan perjalanan ke wilayah-wilayah tertentu di Israel, serta ke Kota Tua Yerusalem dan Tepi Barat, yang merupakan wilayah yang diduduki Israel dan berada dalam pengamanan ketat Israel, "untuk merespons insiden keamanan dan tanpa pemberitahuan sebelumnya."
Menurut laporan media AS, Duta Besar (Dubes) AS untuk Israel Mike Huckabee pada Jumat pagi mengirimkan surel kepada staf kedubes AS guna mengimbau mereka yang ingin meninggalkan Israel untuk melakukannya "segera."
"Fokuslah untuk mendapatkan kursi penerbangan ke mana saja yang memungkinkan Anda melanjutkan perjalanan ke Washington, tetapi prioritas pertama adalah segera keluar dari negara ini," ujarnya seperti dikutip oleh media.
Perkembangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Iran serta peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah. Laporan sebelumnya menyebutkan Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan serangan awal untuk menekan Iran dalam perundingan nuklir, menyusul putaran ketiga pembicaraan yang digelar di Geneva pada Kamis (26/2).
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

12.000 pekerja dikerahkan untuk sterilkan Masjidil Haram
Indonesia
•
25 Mar 2022

Feature – Rasa takut, kelegaan, dan impian: Pengakuan saksi mata terkait gejolak di Suriah
Indonesia
•
24 Dec 2024

Serangan Israel di Qatar berpotensi buka babak baru yang berbahaya dalam konflik Gaza
Indonesia
•
14 Sep 2025

Trump ancam kesepakatan gencatan senjata jika Iran tewaskan tentara AS
Indonesia
•
04 Jun 2026


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
