
Ancaman ISIS kian meningkat, rekrut teroris asing dan perkuat teknologi

Para pengunjuk rasa Irak ikut serta dalam aksi demonstrasi menentang kehadiran pasukan Amerika Serikat di negara itu di Baghdad, ibu kota Irak, pada 24 Januari 2020. (Xinhua/Khalil Dawood)
Ancaman yang ditimbulkan oleh ISIS telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan merekrut para teroris asing dan memperkuat penggunaan teknologi baru.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Ancaman yang ditimbulkan oleh ISIS telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, ungkap seorang pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (4/2).
ISIS terus merekrut para pejuang teroris asing dan memperkuat penggunaan teknologi baru serta yang sedang berkembang, demikian disampaikan Alexandre Zouev, pelaksana tugas Wakil Sekretaris Jenderal Urusan Kontraterorisme PBB (UN Office of Counter-Terrorism/UNOCT), dalam sebuah taklimat kepada Dewan Keamanan PBB.
ISIS juga mampu mempertahankan akses ke sumber pendanaan melalui penggalangan dana oportunistik, pemungutan pajak ilegal, dan penculikan untuk tebusan, sebut Zouev.
ISIS dan afiliasinya terus memperluas kehadiran mereka di beberapa wilayah Afrika, terutama di Afrika Barat dan Sahel, katanya. "Upaya dan kemampuan nyata mereka untuk mengendalikan wilayah kian memperburuk ketidakstabilan regional dan semakin melemahkan kapasitas otoritas nasional dalam mengatasi tantangan keamanan, hak asasi manusia, serta pembangunan yang saling berkaitan."
Di Timur Tengah, ISIS masih aktif di Irak dan Suriah, dengan terus melancarkan serangan dan berupaya kembali untuk menggoyang pemerintahan setempat, ujar Zouev.
Di Suriah, situasi keamanan masih sangat rapuh, dengan ISIS terus memanfaatkan kekosongan pemerintahan dan memicu ketegangan sektarian. Sementara itu, situasi kemanusiaan di kamp-kamp pengungsian di wilayah timur laut negara tersebut masih sangat memprihatinkan, di mana ribuan individu, yang didominasi oleh perempuan dan anak-anak, terus mengalami pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serta terbatasnya akses terhadap air, pangan, kesehatan, dan pendidikan.
Zouev menyebutkan penting bagi negara-negara anggota PBB untuk memperkuat kolaborasi dengan PBB guna mendorong penggunaan teknologi baru secara bertanggung jawab dalam upaya kontraterorisme, sesuai dengan hukum internasional. Hal ini harus mencakup upaya-upaya untuk pemberantasan pendanaan terorisme, khususnya penyalahgunaan aset virtual, melalui langkah-langkah yang berbasis risiko dan proporsional.
Intensifikasi ancaman yang ditimbulkan oleh ISIS dan afiliasinya menegaskan pentingnya mempertahankan kerja sama global dalam upaya kontraterorisme. PBB tetap berkomitmen untuk memberikan pengembangan kapasitas yang tertarget dan bantuan teknis yang disesuaikan di mana pun itu diperlukan, tutur Zouev.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Elon Musk akan mundur sebagai CEO Twitter setelah ada penggantinya
Indonesia
•
21 Dec 2022

KTT G7 ditutup di Hiroshima di tengah aksi protes yang semakin intens
Indonesia
•
22 May 2023

Sekjen Liga Arab suarakan kekhawatiran perihal eskalasi konflik Israel-Hizbullah
Indonesia
•
30 Jul 2024

Kepemimpinan CPC susun mekanisme penerapan prinsip kongres partai
Indonesia
•
26 Oct 2022


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
