
Negara-Negara UE sepakat jatuhkan sanksi terhadap pemukim Israel

Sejumlah pemukim Israel menyerang seorang jurnalis di Desa Beita, yang berada di bagian selatan Nablus, Tepi Barat, pada 8 November 2025. (Xinhua/Nidal Eshtayeh)
UE menjatuhkan sanksi terhadap organisasi-organisasi besar Israel beserta para pemimpinnya atas dukungan mereka terhadap "kolonisasi yang ekstremis dan penuh kekerasan di Tepi Barat".
Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Negara-negara anggota Uni Eropa (UE) pada Senin (11/5) menyepakati sanksi baru terhadap para pemukim Israel atas kekerasan terhadap warga Palestina, setelah mengalami kebuntuan selama berbulan-bulan, demikian menurut seorang diplomat senior UE.
Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas mengatakan di platform media sosial X bahwa para menteri luar negeri (menlu) negara-negara anggota UE telah menyetujui langkah tersebut. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya kekerasan yang dilakukan para pemukim serta perluasan permukiman di Tepi Barat yang diduduki Israel. "Sudah saatnya kita beranjak dari kebuntuan ke tindakan nyata," ujar Kallas.
UE belum memublikasikan rincian mengenai individu dan entitas yang akan menjadi target sanksi baru tersebut.
Menlu Prancis Jean-Noel Barrot menyebutkan di platform media sosial X bahwa UE menjatuhkan sanksi terhadap organisasi-organisasi besar Israel beserta para pemimpinnya atas dukungan mereka terhadap "kolonisasi yang ekstremis dan penuh kekerasan di Tepi Barat". Dia menegaskan tindakan "serius dan tidak dapat ditoleransi" tersebut harus segera dihentikan.
Namun, para diplomat UE gagal menyepakati langkah-langkah lebih lanjut, termasuk larangan terhadap produk-produk dari permukiman Israel di Tepi Barat atau penangguhan perjanjian perdagangan utama dengan Israel.
Sejak tahun 2023, lebih dari 5.900 warga Palestina telah mengungsi akibat kekerasan yang dilakukan oleh pemukim, termasuk sekitar 2.000 orang pada tahun ini saja, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA).
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Taiwan lakukan tes semua pelancong saat kedatangan
Indonesia
•
01 Jul 2021

Liga Arab tolak upaya ubah wajah Palestina, soroti ancaman aneksasi Tepi Barat
Indonesia
•
17 Sep 2026

Biden: Invasi Rusia di Ukraina isu global, bukan hanya Eropa
Indonesia
•
24 May 2022

Pertempuran meluas di Yaman, perempuan dan anak mendominasi korban jiwa
Indonesia
•
19 Sep 2026


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
