Ancaman senjata nuklir makin besar, sekjen PBB serukan penghapusan total

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres (tengah, depan) berbicara pada Pertemuan Tahunan Menteri Luar Negeri Kelompok 77 dan China ke-46 di markas besar PBB di New York pada 23 September 2022. (Xinhua/Wang Ying)
Ancaman senjata nuklir di dunia makin besar dan nyata, mendorong sekjen PBB menyerukan penggunaan segala cara untuk penghapusan total, saat memperingati dan mempromosikan Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir, yang jatuh pada 26 September.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Senin (26/9) menyerukan penggunaan segala cara untuk menghilangkan ancaman senjata nuklir.Seruan tersebut disampaikan Guterres pada pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum PBB untuk memperingati dan mempromosikan Hari Internasional untuk Penghapusan Total Senjata Nuklir, yang jatuh pada 26 September."Kita berkumpul pada hari internasional ini untuk berbicara dengan satu suara. Untuk membela dunia kita, dan masa depan kita. Dan untuk menolak klaim bahwa perlucutan senjata nuklir adalah mimpi utopis yang mustahil," ujarnya.Guterres mengungkapkan bahwa penghapusan senjata nuklir akan menjadi hadiah terbesar "yang bisa kita berikan pada generasi mendatang."Pada akhir Agustus lalu, Konferensi Peninjauan Para Pihak Perjanjian tentang Nonproliferasi Senjata Nuklir (The Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons, atau the Non-Proliferation Treaty/NPT) ke-10 gagal menghasilkan pengadopsian sebuah dokumen kebijakan (outcome document).Mengekspresikan kekecewaan tentang kegagalan konferensi tersebut untuk mencapai hasil yang substantif, Guterres berjanji bahwa "kita tidak akan menyerah.""Saya mendesak semua negara untuk menggunakan setiap jalan dialog, diplomasi, dan negosiasi untuk meredakan ketegangan, mengurangi risiko dan menghilangkan ancaman nuklir," tuturnya.Guterres juga menyerukan visi baru untuk nonproliferasi dan perlucutan senjata nuklir.Dia menyoroti perlunya mempertimbangkan tatanan nuklir yang berkembang, termasuk semua jenis senjata nuklir dan sarana pengiriman mereka, serta kebutuhan untuk mengatasi batasan kabur antara senjata strategis dan konvensional, serta hubungannya dengan domain-domain baru terkait siber dan luar angkasa.Sekjen PBB itu mendesak para delegasi Majelis Umum untuk memanfaatkan kesempatan ini dan membuat komitmen baru untuk bekerja menuju masa depan yang damai."Tanpa menghilangkan senjata nuklir, maka tidak akan ada perdamaian. Tidak akan ada kepercayaan. Dan tidak akan ada masa depan yang berkelanjutan," kata Guterres.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Afrika Selatan perketat pembatasan sosial pasca munculnya varian baru
Indonesia
•
29 Dec 2020

Jutaan warga Kanada gunakan hak pilih dalam pemilu di tengah ancaman baru Trump
Indonesia
•
29 Apr 2025

Ulama siap sepanjang waktu di Masjidil Haram untuk bantu jamaah
Indonesia
•
10 Mar 2022

Israel lanjutkan serangan di pinggiran Beirut, Lebanon ajukan perlindungan untuk warisan budaya
Indonesia
•
11 Nov 2024
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
