
China desak AS selesaikan masalah HAM dalam negeri, berhenti campuri urusan negara lain

Foto yang diabadikan pada 9 Oktober 2023 ini menunjukkan Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat (AS). (Xinhua/Liu Jie)
Pembatasan visa AS terhadap pejabat China dinilai merupakan tindakan mencampuri urusan dalam negeri China, dan secara serius melanggar hukum internasional serta norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China mendesak Amerika Serikat (AS) untuk secara efektif mengatasi tumpukan masalah hak asasi manusia (HAM) di dalam negerinya sendiri, alih-alih sering menggunakan HAM sebagai alasan untuk ikut campur urusan dalam negeri negara lain dan menggunakan sanksi berat, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian pada Rabu (17/7).Pernyataan itu disampaikan Lin dalam konferensi pers rutin sebagai respons atas pembatasan visa secara sembarangan oleh AS terhadap sejumlah pejabat China.Lin mengatakan bahwa AS dengan sengaja menyebarkan informasi palsu, mendiskreditkan situasi HAM China, memberlakukan pembatasan visa secara sembarangan terhadap pejabat China, secara serius mencampuri urusan dalam negeri China, dan secara serius melanggar hukum internasional serta norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional."China sangat tidak puas dan dengan tegas menentang hal ini, serta telah menyampaikan keberatan serius kepada Amerika Serikat," kata Lin.Sebagai tindakan balasan, China, sesuai dengan undang-undang, akan memberlakukan pembatasan visa timbal-balik terhadap sejumlah pejabat AS yang mengarang kebohongan mengenai masalah HAM terkait China, mendorong penerapan sanksi terhadap China, dan merugikan kepentingan China, imbuhnya.Mengingat Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan suara bulat menyetujui partisipasi China dalam putaran keempat Tinjauan Periodik Universal (Universal Periodic Review/UPR) belum lama ini, Lin mengatakan hal ini sepenuhnya menunjukkan bahwa masyarakat internasional sangat mengapresiasi pencapaian China dalam HAM."Amerika Serikat tidak memiliki hak atau kualifikasi untuk mengomentari situasi HAM di negara lain dan membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab," katanya, menambahkan bahwa masyarakat internasional telah lama melihat dengan jelas dan membenci manipulasi HAM yang dilakukan oleh AS.Jika AS benar-benar peduli terhadap HAM, mereka harus meninggalkan "standar ganda" dan bercermin pada pelanggaran HAM mereka sendiri, kata Lin.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bersatu untuk perdamaian dunia dan mendukung partisipasi Taiwan di PBB
Indonesia
•
05 Sep 2023

Komandan AS sebut Pasukan Stabilisasi Internasional akan terdiri dari 20.000 tentara dan 12.000 polisi Palestina di Jalur Gaza
Indonesia
•
21 Feb 2026

Partai Demokrat tuduh pemerintahan Trump bohong kepada kongres tentang tujuan AS di Venezuela
Indonesia
•
04 Jan 2026

Presiden Meksiko targetkan swasembada energi, kurangi ketergantungan pada AS
Indonesia
•
21 Aug 2025


Berita Terbaru

Negara-Negara UE sepakat jatuhkan sanksi terhadap pemukim Israel
Indonesia
•
12 May 2026
Ganggu penerbangan sipil, Israel minta pesawat militer AS tinggalkan bandara Ben Gurion
Indonesia
•
12 May 2026

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026
