Angka kesuburan di Jepang turun selama 7 tahun berturut-turut

Sejumlah anak belajar cara menanam padi di kebun atap di Tokyo, Jepang, pada 13 Mei 2023. Dengan latar belakang Menara Tokyo, kebun atap di kompleks Roppongi Hills pada Sabtu (13/5) menarik perhatian pekerja perkotaan dan penduduk setempat untuk belajar cara menanam padi. Sekitar 140 orang, termasuk 60 anak-anak, menceburkan kakinya ke sawah berlumpur dan belajar cara menanam bibit padi di kebun atap yang berada di ketinggian sekitar 45 meter. (Xinhua/Qian Zheng)
Angka kesuburan di Jepang merosot ke rekor terendah pada 2022, yakni 1,26, turun selama tujuh tahun berturut-turut, dengan jumlah bayi yang lahir pada tahun yang sama juga mencapai rekor terendah, yaitu 770.747, turun 40.875 dibandingkan tahun sebelumnya, menandai kali pertama jumlah bayi lahir turun ke angka di bawah 800.000.
Tokyo, Jepang (Xinhua) – Angka kesuburan di Jepang merosot ke rekor terendah pada 2022, yakni 1,26, turun selama tujuh tahun berturut-turut, tunjuk data dari pemerintah Jepang pada Jumat (2/6).Menurut data yang dirilis Kementerian Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kesejahteraan Jepang, rata-rata jumlah anak yang lahir per wanita selama hidupnya adalah 1,26 anak tahun lalu, turun 0,05 poin dari data final untuk tahun 2021 dan setara dengan rekor terendah yang tercatat pada 2005.Berdasarkan prefektur, Tokyo mencatat angka kesuburan terendah dengan 1,04, disusul oleh Miyagi dengan 1,09 dan Hokkaido dengan 1,12. Sementara itu, Okinawa melaporkan angka kesuburan tertinggi dengan 1,70, disusul oleh Miyazaki dengan 1,63 dan Tottori dengan 1,6.Jumlah bayi yang lahir pada 2022 juga mencapai rekor terendah, yaitu 770.747, turun 40.875 dibandingkan tahun sebelumnya, menandai kali pertama jumlah bayi lahir turun ke angka di bawah 800.000.Data terbaru ini dirilis sehari setelah Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengeluarkan draf rencana untuk meningkatkan dukungan pengasuhan anak yang "tak tertandingi" dalam upaya untuk mendongkrak angka kelahiran yang turun di negara itu. Draf tersebut mencakup rencana untuk mulai menawarkan tunjangan anak kepada semua rumah tangga yang memiliki anak, terlepas dari pendapatannya, mulai tahun fiskal 2024.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Dirjen WHO puji upaya respons COVID-19 China
Indonesia
•
15 Jan 2023

Feature – 13 tahun perang saudara, krisis kemanusiaan di Suriah memburuk
Indonesia
•
17 Mar 2024

PBB sambut baik pengiriman pertama pupuk Rusia yang sebelumnya diblokir di Eropa
Indonesia
•
30 Nov 2022

UNRWA sebut penyeberangan darat cara paling layak dan efektif untuk kirimkan bantuan ke Gaza
Indonesia
•
21 May 2024
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026
