
Anthropic tolak AI awasi warga AS, Pentagon balas—hakim federal turun tangan

Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth berbicara dalam konferensi pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 6 April 2026. (Xinhua/Li Yuanqing)
San Francisco, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Seorang hakim federal Amerika Serikat (AS) pada Kamis (27/8) membatalkan tindakan Pentagon yang memasukkan perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic ke dalam daftar hitam, dengan memutuskan bahwa langkah tersebut melanggar hak konstitusional perusahaan itu dan hukum federal.
Hakim Rita Lin dari Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California menyatakan bahwa pemerintah melakukan tindakan balasan yang melanggar hukum terhadap Anthropic setelah perusahaan tersebut menolak mengizinkan militer AS menggunakan Claude untuk pengawasan massal terhadap warga Amerika di dalam negeri atau senjata otonomos penuh.
Lin mengatakan tindakan Kepala Pentagon Pete Hegseth terhadap perusahaan tersebut melanggar kerangka hukum yang berlaku dan bersifat "sewenang-wenang dan tidak beralasan."
Dia merujuk pada pernyataan Hegseth pada 27 Februari bahwa Anthropic akan ditetapkan sebagai risiko rantai pasokan dan bahwa "tidak ada kontraktor, pemasok, atau mitra yang berbisnis dengan militer AS yang boleh melakukan aktivitas komersial apa pun dengan Anthropic."
Presiden AS Donald Trump juga memerintahkan badan-badan federal untuk berhenti menggunakan teknologi Anthropic, memberikan waktu enam bulan kepada badan-badan yang sudah menggunakan perangkat perusahaan tersebut untuk menghentikan penggunaannya secara bertahap.
Anthropic menggugat langkah-langkah tersebut di pengadilan federal pada Maret. Lin kemudian mengeluarkan perintah pendahuluan sementara pada bulan itu yang memblokir pelaksanaan langkah-langkah tersebut selama proses litigasi berlangsung.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Greenpeace minta Taiwan segera implementasikan UU Konvensi Pekerjaan Penangkapan Ikan
Indonesia
•
15 Dec 2024

Serikat buruh UAW di AS perluas aksi mogok hingga ke pabrik terbesar GM
Indonesia
•
25 Oct 2023

Perusahaan terkait sanksi Rusia hadapi rintangan pembayaran utang
Indonesia
•
23 Mar 2022

Kanselir Jerman Olaf Scholz siap maju untuk masa jabatan kedua
Indonesia
•
27 Jul 2024


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
