
Kian banyak staf yang ditahan, PBB tangguhkan operasi di wilayah yang dikuasai Houthi

Para pengikut Houthi ikut serta dalam sebuah parade untuk memperingati 10 tahun direbutnya ibu kota Sanaa oleh kelompok Houthi di Lapangan Al Sabeen di Sanaa, Yaman, pada 21 September 2024. (Xinhua/Mohammed Mohammed)
Kelompok Houthi telah menguasai Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara sejak akhir 2014, dan melancarkan perang terhadap pasukan pemerintah Yaman.
Aden, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (24/1) mengumumkan bahwa pihaknya telah menangguhkan semua operasional resmi di sejumlah wilayah Yaman yang berada di bawah kendali Houthi menyusul bertambahnya personel PBB yang ditahan.Dalam sebuah pernyataan, PBB mengatakan penangguhan tersebut akan tetap berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut. Badan dunia tersebut menambahkan bahwa pejabat senior PBB sedang menghubungi para pemimpin Houthi, menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat semua staf dan mitra PBB yang ditahan.Otoritas Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman utara, termasuk ibu kota Sanaa, belum mengomentari keputusan PBB atau tuntutannya tersebut.Seorang narasumber pemerintahan Yaman, yang berbicara kepada Xinhua secara anonim, menuturkan Houthi menahan setidaknya tujuh karyawan Yaman yang bekerja untuk organisasi-organisasi internasional pada Kamis (23/1) malam waktu setempat. Para tahanan dilaporkan bekerja dengan badan-badan seperti UNICEF dan Program Pangan Dunia (WFP).Pada Juni 2024, kelompok Houthi melakukan penahanan personel secara massal, yang menargetkan karyawan PBB serta organisasi kemanusiaan internasional dan lokal di Sanaa. Saat itu, pihak otoritas Houthi mengeklaim telah menahan "anggota-anggota penting dari jaringan mata-mata Amerika-Israel" yang diduga terkait dengan Badan Intelijen Pusat (CIA) Amerika Serikat.PBB secara konsisten menyerukan pembebasan para personel yang ditahan, termasuk saat Tedros Adhanom Ghebreyesus, kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), melakukan kunjungan ke Sanaa pada Desember 2024 sebagai upaya untuk merundingkan pembebasan staf PBB yang ditahan oleh Houthi.Kelompok Houthi telah menguasai Sanaa dan sebagian besar wilayah Yaman utara sejak akhir 2014, dan melancarkan perang terhadap pasukan pemerintah Yaman. Menurut PBB, konflik tersebut menjadi salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi akan hapus sistem sponsor, untungkan ekspatriat
Indonesia
•
28 Oct 2020

Protes rencana reformasi pensiun pemerintah di Prancis berlanjut
Indonesia
•
08 Feb 2023

PM Spanyol desak UE tangguhkan perjanjian asosiasi dengan Israel menyusul serangan di Lebanon dan Gaza
Indonesia
•
11 Apr 2026

Pakar Thailand sebut posisi China dalam penyelesaian krisis Ukraina patut didukung
Indonesia
•
04 Mar 2023


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
