
AS akan lepaskan 172 juta barel minyak dari cadangan strategis

Harga bensin ditampilkan di sebuah SPBU di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 9 Maret 2026. (Xinhua/Zeng Hui)
Departemen Energi Amerika Serikat akan melepaskan 172 juta barel dari Strategic Petroleum Reserve, mulai pekan depan.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Amerika Serikat (AS) pada Rabu (11/3) mengumumkan akan melepaskan 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve).
"Sebelumnya pada hari ini, 32 negara anggota Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) dengan suara bulat menyetujui permintaan Presiden Trump untuk menurunkan harga energi dengan pelepasan terkoordinasi sebanyak 400 juta barel minyak dan produk minyak olahan dari cadangan masing-masing," kata Menteri Energi AS Chris Wright dalam sebuah pernyataan.
"Sebagai bagian dari upaya ini, Presiden Trump mengizinkan Departemen Energi untuk melepaskan 172 juta barel dari Strategic Petroleum Reserve, mulai pekan depan," ujar Wright. "Pengiriman ini akan memakan waktu sekitar 120 hari berdasarkan tingkat pelepasan yang direncanakan."
AS telah mengatur untuk menggantikan cadangan strategis tersebut dengan sekitar 200 juta barel dalam waktu satu tahun ke depan, tambah Wright.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Utang luar negeri Indonesia triwulan II 2022 turun
Indonesia
•
15 Aug 2022

Indonesia usulkan penjajakan kerja sama bisnis di Laut China Selatan
Indonesia
•
11 Sep 2019

WTO revisi pertumbuhan perdagangan barang global 2026 jadi 1,8 persen akibat kenaikan tarif AS
Indonesia
•
11 Aug 2025

Ekonomi China pertahankan pertumbuhan dalam 11 bulan pertama 2022
Indonesia
•
16 Dec 2022


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
