
AS naikkan tarif produk Brasil hingga 25 persen, Brasil desak kesepakatan yang adil

oto dari udara yang diabadikan pada 3 April 2025 ini menunjukkan pemandangan sebuah pelabuhan di Rio de Janeiro, Brasil. (Xinhua/Wang Tiancong)
Brasilia, Brasil (Xinhua/Indonesia Window) – Brasil pada Senin (31/8) kembali menyatakan ketidakpuasannya terhadap tarif yang dikenakan Amerika Serikat (AS) pada produk-produk Brasil, dan mengatakan bahwa tarif tersebut "tidak beralasan dan tidak sesuai" dengan aturan perdagangan internasional.
Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira dan Menteri Pembangunan, Perindustrian, Perdagangan, dan Jasa Brasil Marcio Elias Rosa menyampaikan ketidakpuasan tersebut dalam sebuah pertemuan virtual dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.
Dalam pernyataan bersama, kedua kementerian Brasil itu mengatakan bahwa Brasil diperlakukan secara tidak adil dan alasan yang disampaikan oleh Washington dalam penyelidikan berdasarkan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan 1974 AS tidak mencerminkan praktik Brasil yang sebenarnya.
Terlepas dari perbedaan tersebut, kedua negara sepakat untuk melanjutkan perundingan. Pertemuan teknis, baik secara virtual maupun tatap muka, akan digelar dalam beberapa pekan mendatang, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan tingkat menteri lainnya untuk mengevaluasi perkembangan.
Pemerintah Brasil mengatakan akan terus mengupayakan kesepakatan yang "seimbang dan saling menguntungkan" dengan AS melalui dialog dan penghormatan terhadap kedaulatan nasional.
Pertemuan virtual pada Senin tersebut berlangsung setelah percakapan telepon antara Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump pada 21 Agustus. Dalam percakapan telepon itu, Lula kembali mempertanyakan pemberlakuan tarif, sementara Trump mengusulkan dimulainya kembali perundingan.
Pada Juli, Kantor Perwakilan Dagang AS memberlakukan bea tambahan sebesar 25 persen terhadap sejumlah produk Brasil setelah melakukan peninjauan selama hampir setahun.
Bea tambahan sebesar 12,5 persen kemudian diberlakukan terhadap lebih banyak lagi produk Brasil.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pasar LNG global bersiap hadapi ketidakpastian jelang musim dingin
Indonesia
•
26 May 2022

Megaproyek pengalihan air China bawa manfaat bagi 150 juta orang
Indonesia
•
13 Dec 2022

Negara-negara ASEAN gelar pertemuan untuk bahas rencana kerja sama finansial
Indonesia
•
24 Feb 2024

Kamboja siap sambut kembalinya investor dan wisatawan China
Indonesia
•
06 Jan 2023


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
