AS siapkan puluhan pesawat pengisian bahan bakar, isyarat perang lebih besar terhadap Iran

Sebuah pesawat tanker pengisian bahan bakar udara militer Amerika Serikat lepas landas dari Bandara Ben Gurion di Israel pada 15 Juni 2026. (Xinhua/Gil Cohen Magen)

Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memberi tahu Israel bahwa pihaknya akan mengirim puluhan pesawat pengisian bahan bakar militer ke Israel dalam beberapa hari mendatang sebagai persiapan untuk potensi perluasan pertempuran melawan Iran, demikian dilaporkan Channel 12 News milik Israel pada Jumat (17/7).

Mengutip pejabat senior AS dan Israel, kanal berita tersebut mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump mungkin akan memerintahkan serangan di Iran yang jauh lebih besar dibanding serangan yang sedang berlangsung di sekitar Selat Hormuz.

Menurut laporan tersebut, Trump siap meningkatkan intensitas pertempuran dalam beberapa hari ke depan guna menimbulkan kerusakan yang cukup untuk memaksa Iran membuka kembali selat itu dan menerima tuntutan nuklir AS.

Kan TV News milik pemerintah Israel melaporkan bahwa sistem keamanan di Israel dan AS sedang melakukan dialog mengenai peningkatan eskalasi di Iran.

Menurut sumber Kan, serangan AS baru-baru ini, yang telah mencapai area Teheran, dapat mendorong perubahan pada pendekatan Washington, yang sejauh ini telah menjauhkan Israel dari intervensi dalam pertempuran tersebut.

Kedua kanal berita itu menyebutkan bahwa rencana pengerahan pesawat pengisian bahan bakar tersebut diperkirakan akan memperburuk krisis tempat parkir operasional di Bandara Internasional Ben Gurion, sehingga mengganggu penerbangan sipil.

Pada akhir bulan lalu, menyusul permintaan dari Menteri Transportasi Israel Miri Regev, militer AS setuju untuk mengurangi jumlah pesawat pengisian bahan bakar yang ditempatkan di bandara itu dari 72 menjadi 20, tetapi saat ini masih ada 34 pesawat di sana, lapor Kan.

Para pejabat senior Israel mengatakan kepada Channel 12 bahwa militer AS lebih memilih beroperasi dari Bandara Ben Gurion karena pangkalan Angkatan Udara Israel lebih rentan terhadap serangan Iran.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait