
Serangan Israel tewaskan 570 jiwa, hampir 760.000 lainnya

Foto yang diabadikan menggunakan telepon seluler pada 9 Maret 2026 ini memperlihatkan dampak serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon. (Xinhua/Bilal Jawich)
Jumlah korban tewas akibat serangan Israel yang masih berlangsung di Lebanon bertambah menjadi 570 orang, sementara 1.444 lainnya terluka sejak eskalasi dimulai pada 2 Maret.
Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah korban tewas akibat serangan Israel yang masih berlangsung di Lebanon bertambah menjadi 570 orang, sementara 1.444 lainnya terluka sejak eskalasi dimulai pada 2 Maret, demikian menurut data yang dirilis pada Selasa (10/3) oleh Unit Manajemen Risiko Bencana di bawah Dewan Menteri Lebanon.
Konflik tersebut memicu pengungsian besar-besaran di seluruh negeri. Sekitar 759.300 warga telah terdaftar sebagai pengungsi, menurut data pemerintah.
Otoritas menyatakan 122.600 pengungsi saat ini tinggal di 580 tempat penampungan yang didirikan di berbagai wilayah untuk menampung keluarga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka di tengah permusuhan yang masih berlangsung.
Sementara itu, Israel melancarkan tiga serangan udara ke pinggiran selatan Beirut pada Selasa sore waktu setempat, serta melanjutkan serangan di sejumlah wilayah di Lebanon selatan, lapor kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA).
Hizbullah mengatakan kelompok itu meluncurkan roket dari Lebanon menuju Israel pada 2 Maret dini hari untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata diumumkan pada 27 November 2024. Langkah tersebut mendorong pemerintah Lebanon untuk melarang aktivitas keamanan dan militer kelompok itu, membatasi kegiatannya hanya pada bidang politik dan mewajibkannya menyerahkan senjata.
Militer Israel menyatakan pihaknya telah meluncurkan apa yang disebut sebagai "kampanye militer ofensif" terhadap Hizbullah, dengan melakukan serangan udara besar-besaran di berbagai wilayah Lebanon serta melancarkan operasi darat di dekat perbatasan. Militer Israel juga memperingatkan warga agar mengevakuasi wilayah di selatan Sungai Litani dan kawasan pinggiran selatan Beirut.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PBB apresiasi 7 inisiatif untuk majukan agenda restorasi ekosistem global
Indonesia
•
15 Feb 2024

Tesla hentikan produksi di Shanghai karena masalah pasokan
Indonesia
•
10 May 2022

UE luncurkan strategi untuk perkuat kesiapsiagaan hadapi berbagai ancaman kompleks
Indonesia
•
27 Mar 2025

COVID-19 – Vaksin Medigen dijual 408.000 rupiah per dosis ke CDC Taiwan
Indonesia
•
01 Nov 2022


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
