
China akan luncurkan babak baru kerja sama konservasi panda raksasa internasional

Panda raksasa Xiang Xiang memakan bambu segar di Basis Panda Raksasa Bifengxia di Ya'an, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 8 Oktober 2023. (Xinhua/Chen Juwei)
Asosiasi Konservasi Margasatwa China akan lebih memperkuat pemantauan kesehatan harian dan pemeriksaan fisik panda raksasa yang tinggal di luar negeri serta memastikan cakupan penuh inspeksi dan penilaian lapangan pada 2024.
Beijing, China (Xinhua) – Asosiasi Konservasi Margasatwa China menandatangani perjanjian dengan Akuarium Kebun Binatang Madrid Spanyol dan Aliansi Margasatwa Kebun Binatang San Diego Amerika Serikat terkait kerja sama konservasi panda raksasa. Perjanjian ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan perlindungan bagi spesies tersebut di tingkat global.Saat ini, Asosiasi Konservasi Margasatwa China juga sedang menggelar konsultasi dengan kebun binatang lain di Amerika Serikat dan kebun binatang Austria mengenai kerja sama serupa, kata asosiasi tersebut.Spanyol, Amerika Serikat, dan Austria masuk dalam daftar negara pertama yang menjalin kerja sama internasional dengan China dalam hal konservasi panda raksasa. Berkat upaya bersama dari tim penelitian mereka, China dan ketiga negara tersebut berhasil mengembangbiakkan total 28 anak panda raksasa."Memastikan kesehatan dan keselamatan panda raksasa yang tinggal di luar negeri merupakan alasan dan fondasi terpenting dari kerja sama internasional," ujar seorang sumber dari asosiasi tersebut.
Panda raksasa China Tian Tian menikmati es lilinnya di Kebun Binatang Edinburgh di Skotlandia, Inggris, pada 11 Agustus 2016. (Xinhua/Royal Zoological Society of Scotland (RZSS)/Katie Paton)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Vaksinasi pasca-pendaftaran vaksin dimulai di Moskow pada 5-7 September
Indonesia
•
02 Sep 2020

Studi ungkap potensi polutan udara yang ada di pusat kebugaran
Indonesia
•
23 May 2024

Biofuel generasi ketiga, energi yang tidak bersaing dengan pangan dan pakan
Indonesia
•
29 Aug 2020

Studi China tentang biosintesis kitin beri petunjuk pengembangan pestisida hijau
Indonesia
•
23 Sep 2022


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
