
Insiden lepasnya pintu pesawat Boeing karena ada baut yang hilang

Sebuah pesawat Boeing unjuk terbang di hari pertama ajang Singapore Airshow di Singapura pada 15 Februari 2022. (Xinhua/Then Chih Wey)
Badan Keselamatan Transportasi Nasional (National Transportation Safety Board/NTSB) Amerika Serikat (AS) mengatakan dalam laporan investigasi awalnya bahwa empat baut kunci "hilang" ketika pintu fitting atau pintu steker (plug door) pesawat Alaska Airlines terlepas di udara pada 5 Januari lalu.
San Francisco, AS (Xinhua) – Badan Keselamatan Transportasi Nasional (National Transportation Safety Board/NTSB) Amerika Serikat (AS) pada Selasa (6/2) mengatakan dalam laporan investigasi awalnya bahwa empat baut kunci "hilang" ketika pintu fitting atau pintu steker (plug door) pesawat Alaska Airlines terlepas di udara pada 5 Januari."Secara keseluruhan, pola kerusakan yang diamati dan tidak adanya kerusakan kontak atau deformasi di sekitar lubang-lubang yang berkaitan dengan baut vertical movement arrestor dan baut upper guide track pada upper guide fitting, hinge fitting, dan recovered aft lower hinge guide fitting menunjukkan bahwa empat baut yang mencegah gerakan ke atas dari steker (plug) pintu keluar tengah (mid exit door /MED) hilang sebelum steker MED bergerak ke atas dari stop pad," papar NTSB dalam laporannya.Pintu steker tersebut awalnya dipasang oleh kontraktor Spirit AeroSystems di Kansas. Ketika dikirim ke pabrik Boeing di Renton, Washington, untuk perakitan, ditemukan paku keling yang rusak di badan pesawat yang membuat pintu steker harus dibuka agar kerusakan tersebut dapat diperbaiki.Setelah proses perbaikan dirampungkan oleh personel Spirit AeroSystems di pabrik Boeing, keempat baut itu tidak dipasang kembali, menurut bukti foto yang diberikan oleh Boeing kepada NTSB.Boeing mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi kerja NTSB dan akan meninjau temuan mereka secepatnya."Kami akan terus bekerja sama secara penuh dan transparan dengan investigasi NTSB dan Administrasi Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration/FAA)," sebut perusahaan itu dalam sebuah pernyataan."Apa pun keputusan akhir yang dicapai, Boeing akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Peristiwa seperti ini tidak boleh terjadi pada pesawat yang diproduksi oleh pabrik kami. Kami harus melakukan pekerjaan yang lebih baik untuk pelanggan kami dan penumpang mereka," ungkap Presiden sekaligus CEO Boeing Dave Calhoun.Menurut Calhoun, Boeing sedang mengimplementasikan sebuah rencana komprehensif untuk memperkuat kualitas melalui "tindakan yang signifikan dan nyata serta transparansi dalam segala hal."Perusahaan itu telah menerapkan rencana pengendalian untuk memastikan semua steker MED 737-9 dipasang sesuai spesifikasi, ungkap Boeing, seraya menambahkan bahwa pihaknya sedang mengimplementasikan sejumlah rencana guna meningkatkan kualitas dan stabilitas secara keseluruhan di semua sistem produksi 737."Selain aksi-aksi Boeing ini, kami sedang membuka pabrik kami bagi para pelanggan Boeing 737 untuk melakukan tinjauan tambahan mereka sendiri, serta akan sepenuhnya dan secara transparan mendukung tindakan investigasi, audit, dan pengawasan FAA," ujar Calhoun."Pengawasan tambahan ini, dari kami sendiri, dari regulator kami, dan dari pelanggan kami, akan membuat kami menjadi lebih baik. Sesederhana itu," imbuhnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Opini – Partisipasi Taiwan di INTERPOL dapat perkuat penanggulangan kejahatan lintas negara
Indonesia
•
29 Nov 2025

Twitter segera mulai PHK setelah Elon Musk jadi pemilik baru
Indonesia
•
04 Nov 2022

Penembakan di ‘venue’ konser dekat Moskow, 40 tewas 100 terluka
Indonesia
•
24 Mar 2024

Korban tewas akibat ledakan di Quetta, Pakistan, bertambah jadi 25 orang
Indonesia
•
11 Nov 2024


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
