
Badan UE sebut Eropa hadapi kekeringan terburuk dalam 500 tahun

Foto yang diabadikan pada 17 Agustus 2022 ini menunjukkan area tepi Sungai Rhine di Dusseldorf, Jerman. (Xinhua/Ren Pengfei)
Kekeringan di Eropa juga berdampak terhadap pembangkit listrik tenaga air, dengan dampak lanjutan terhadap sejumlah produsen listrik lainnya akibat krisis air untuk memasok sistem pendingin.
Jakarta (Indonesia Window) – Eropa sedang mengalami kekeringan terburuk dalam setidaknya 500 tahun, dengan hampir dua pertiga benua itu kini dalam keadaan siaga atau di bawah peringatan, menurut sebuah badan Uni Eropa (UE) di Brussel pada Selasa (23/8).Dalam laporan analitisnya untuk bulan Agustus, Observatorium Kekeringan Eropa (European Drought Observatory/EDO) mengatakan bahwa sekitar 47 persen wilayah Eropa saat ini berada di bawah peringatan akibat kurangnya kelembapan tanah yang parah.Sementara itu, 17 persen wilayah Eropa lainnya berada dalam kondisi siaga."Kekeringan parah yang melanda banyak wilayah di Eropa sejak awal tahun ini semakin meluas dan memburuk pada awal Agustus," menurut laporan itu. Disebutkan pula bahwa wilayah Eropa-Mediterania barat kemungkinan akan mengalami kondisi yang lebih panas dan lebih kering dari biasanya hingga November.Kekeringan juga telah menyebabkan disrupsi pada angkutan sungai dan produksi listrik, serta mengurangi hasil panen untuk beberapa jenis tanaman tertentu, papar badan tersebut.Kekeringan yang terjadi saat ini tampaknya menjadi yang terburuk dalam setidaknya 500 tahun terakhir, dengan asumsi bahwa data final pada akhir musim mengonfirmasi penilaian awal, kata Komisi Eropa dalam pernyataannya.Beberapa tanaman musim panas turut terkena imbas, dengan hasil panen jagung pada 2022 diperkirakan akan tercatat 16 persen lebih rendah dibanding rata-rata hasil panen pada lima tahun sebelumnya, sedangkan hasil panen kedelai dan bunga matahari masing-masing akan turun sebesar 15 persen dan 12 persen.
Ladang jagung yang kering terlihat saat Prancis dilanda kekeringan parah di Puiseux-Pontoise, sekitar 30 km sebelah barat laut Paris, Prancis, pada 18 Agustus 2022. (Xinhua/Gao Jing)
Ladang bunga matahari yang kering terlihat saat Prancis dilanda kekeringan parah di Puiseux-Pontoise, sekitar 30 km sebelah barat laut Paris, Prancis, pada 18 Agustus 2022. (Xinhua/Gao Jing)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

WHO luncurkan rencana strategis global untuk tanggulangi wabah mpox
Indonesia
•
28 Aug 2024

Berita buatan AI makin mendominasi, ‘think tank’ Inggris desak pemerintah susun aturan
Indonesia
•
02 Feb 2026

PM Australia kecam Israel terkait blokade pasokan bantuan ke Gaza
Indonesia
•
26 May 2025

Organisasi internasional: Upaya konservasi alam China menangkan "Piala Dunia"
Indonesia
•
13 Dec 2022


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
