
Peneliti kembangkan bahan yang dapat terurai secara hayati untuk tingkatkan penyembuhan luka dan regenerasi kulit

Ilustrasi. (Diana Polekhina on Unsplash)
Bahan komposit mirip plester luka yang dikembangkan oleh para peneliti China dapat terurai secara hayati, sehingga mendorong penyembuhan luka secara menyeluruh dan pertumbuhan jaringan seperti kulit.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Para peneliti China telah mengembangkan bahan komposit mirip plester luka yang dapat terurai secara hayati, yang dapat mendorong penyembuhan luka secara menyeluruh dan pertumbuhan jaringan seperti kulit.Penelitian yang dilakukan oleh Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan bersama Universitas Teknologi Wuhan ini telah dipublikasikan di International Journal of Biological Macromolecules.Bahan biokomposit ini terbuat dari fibroin sutra, natrium alginat, dan polimer alami lainnya. Ketika diaplikasikan pada luka, struktur berlapis mikronanonya memandu sel-sel kulit untuk "memanjat" ke berbagai lapisan kulit, mendorong perbaikan dan regenerasi kulit dengan ketebalan penuh, menurut Wang Xinyu, seorang profesor di Universitas Teknologi Wuhan.Proses ini menghasilkan pertumbuhan kulit seperti kulit asli, yang berbeda dari kulit buatan dan memiliki fungsi sensorik normal seperti persepsi rasa sakit dan sentuhan.Bahan ini dapat diserap oleh tubuh manusia atau diekskresikan sebagai produk sampingan metabolisme seperti asam amino, karbon dioksida, dan air.Terobosan ini dapat diaplikasikan dalam perbaikan kerusakan kulit dan mukosa di daerah mulut dan rahang atas, serta perbaikan kerusakan kulit akibat luka bakar.Bahan ini juga dapat mempercepat penyembuhan luka dan mengatasi masalah seperti kekurangan bahan cangkok kulit autologous dan bahan perbaikan yang tidak dapat terurai, serta alergi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Garis keturunan harimau yang punah dan sangat berbeda teridentifikasi di China
Indonesia
•
08 Aug 2022

Fosil vertebrata 101 juta tahun ditemukan di timur laut China
Indonesia
•
02 Oct 2021

Kaya kandungan glutamat, burung kareo padi jadi kuliner legendaris di Siantar, Sumatra Utara
Indonesia
•
13 May 2026

CEO Thyssenkrupp sebut transisi energi China hadirkan lebih banyak peluang pasar
Indonesia
•
18 Oct 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
