
Banjir bandang terjang Grand Canyon di AS, lebih dari 20 orang kemungkinan hilang usai

Foto yang diabadikan pada 9 Agustus 2019 ini memperlihatkan pemandangan Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat. (Xinhua/Li Ying)
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Lebih dari 20 orang kemungkinan hilang atau belum diketahui keberadaannya setelah banjir bandang menerjang Grand Canyon National Park di Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat (AS), demikian menurut otoritas setempat pada Ahad (30/8).
"Peristiwa banjir bandang yang signifikan" itu terjadi di Bright Angel Canyon dan area Phantom Ranch pada Sabtu (29/8), ungkap Layanan Taman Nasional AS dalam sebuah siaran pers.
Pihak otoritas tersebut mengimbau "siapa pun yang mengetahui adanya pendaki atau backpacker yang berada di bagian dalam ngarai sepanjang koridor Bright Angel Creek pada 29 Agustus, serta siapa pun yang memiliki reservasi perkemahan di koridor yang terdampak, untuk memberikan informasi kepada Cabang Layanan Investigasi Layanan Taman Nasional."
Pejabat taman nasional menyebutkan pihaknya terus melanjutkan upaya evakuasi dan tanggap darurat berkoordinasi dengan Departemen Keamanan Publik Arizona, sekaligus berupaya mendata para individu yang kemungkinan berada di wilayah terdampak.
Selain itu, pejabat taman nasional juga menyatakan dalam sebuah siaran pers sebelumnya bahwa per Ahad pagi waktu setempat, sebanyak 62 individu telah dievakuasi dari area tersebut, dengan evakuasi tambahan yang dijadwalkan pada Ahad yang sama.
Banjir bandang tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur di seluruh wilayah Bright Angel Canyon. Hampir semua jembatan penyeberangan yang membentang di atas Bright Angel Creek hancur, sehingga para pendaki tidak dapat melintasi anak sungai tersebut, menurut pihak taman nasional.
Para pejabat mengatakan beberapa bagian Grand Canyon National Park telah ditutup dan Sungai Colorado juga ditutup untuk lalu lintas sungai hingga pemberitahuan lebih lanjut, karena adanya struktur logam dan puing-puing yang masuk ke sungai.
Mereka juga memperingatkan bahwa badai petir dan hujan lebat susulan kemungkinan akan terjadi pada Ahad dan Senin (31/8), yang berpotensi memicu banjir bandang, aliran material longsoran, dan longsoran batu, serta mengubah kondisi jalur pendakian dan sungai.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Mengungkap peran AS dalam eskalasi konflik Gaza (Bagian 2-selesai)
Indonesia
•
09 Oct 2024

Rishi Sunak terpilih jadi PM Inggris gantikan Liz Truss
Indonesia
•
25 Oct 2022

Israel kerahkan pasukan di Suriah selatan dengan serangan udara intens, picu kecaman luas
Indonesia
•
05 May 2025

Syeikh Assudais umumkan jadwal tarawih Masjidil Haram dalam Bahasa Indonesia
Indonesia
•
07 May 2019


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
