
Jumlah korban tewas akibat banjir di Bangladesh bertambah jadi 31

Foto dari udara yang diabadikan dengan 'drone' pada 23 Agustus 2024 ini menunjukkan orang-orang berjalan dengan susah payah di sepanjang jalur yang terendam air di Cumilla, Bangladesh. (Xinhua)
Banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat hujan musiman di beberapa daerah di Bangladesh telah menewaskan 31 jiwa, dan 1,23 juta orang telantar di belasan distrik di daerah tenggara dan timur laut negara tersebut.
Dhaka, Bangladesh (Xinhua/Indonesia Window) – Sebanyak 31 orang tewas akibat banjir yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat hujan musiman di beberapa daerah di Bangladesh, menurut laporan pemerintah pada Rabu (28/8).Menurut laporan Pusat Koordinasi Tanggap Bencana Nasional di bawah Kementerian Penanggulangan dan Bantuan Bencana Bangladesh, 12 kematian dilaporkan di Distrik Cumilla, sekitar 96 km di sebelah timur ibu kota Dhaka.Banjir dahsyat yang sedang melanda ini telah mengakibatkan 1,23 juta orang telantar di belasan distrik di daerah tenggara dan timur laut. Hampir enam juta orang terdampak banjir bandang dan genangan air yang terjadi secara tiba-tiba di 11 dari total 64 distrik di negara itu, kata laporan itu.
Foto yang diabadikan pada 24 Agustus 2024 ini menunjukkan sebuah sekolah yang terendam banjir di Feni, Bangladesh. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bilah bambu ungkap ideologi pemerintahan China kuno
Indonesia
•
25 Dec 2024

PBB akan terbitkan lembar prangko untuk Tahun Baru Imlek 2024
Indonesia
•
17 Jan 2024

Taipan kertas asal Indonesia peroleh gelar Warga Kehormatan Shanghai
Indonesia
•
27 Dec 2022

Opini – Meningkatkan literasi pelajar dengan buku gratis
Indonesia
•
02 Feb 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
