
Laos gelar seminar kliring renminbi

Seorang pekerja menghitung uang kertas renminbi (RMB) China di sebuah bank di Linyi, Provinsi Shandong, China timur, pada 11 Agustus 2015. (Xinhua/Zhang Chunlei)
Bank kliring renminbi Laos di Laos akan menciptakan jalur penyelesaian lintas batas yang cepat, aman, dan ekonomis antara Laos dan China, dan juga akan membuat pengelolaan aliran mata uang antara Laos dan China menjadi lebih sistematis.
Vientiane, Laos (Xinhua) – Bank sentral Laos, Bank of the Lao PDR (BOL), bermitra dengan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC), menggelar seminar tentang kliring RMB di Vientiane, ibu kota Laos, pada Senin (19/12).Sun Fenglei, Manajer Umum ICBC Cabang Vientiane, mengatakan pada acara tersebut bahwa bank itu telah berupaya mengajukan pendirian kliring renminbi (RMB) di Laos sejak 2019 dan bahwa People's Bank of China (PBC), bank sentral China, menandatangani nota kerja sama dengan bank sentral Laos terkait penetapan pengaturan kliring renminbi (RMB) di Laos pada 20 September 2022.ICBC Cabang Vientiane, di bawah panduan bank sentral Laos, menggelar acara itu untuk memperkenalkan fungsi, produk, dan layanan kliring RMB di Laos kepada para nasabah, kata Sun.Sebanyak 400 lebih perwakilan dari industri keuangan yang berbasis di Laos, perusahaan China dan perusahaan asing lainnya di Laos, serta perusahaan lokal terkemuka turut menghadiri pertemuan tersebut.Dalam pidatonya di seminar itu, Gubernur BOL Bounleua Sinxayvoravong mengatakan bahwa Laos dan China, sebagai tetangga dekat, menikmati persahabatan yang sudah lama terjalin dan kedua belah pihak akan terus bersama-sama meningkatkan hubungan bilateral ke level yang lebih tinggi.China merupakan mitra dagang utama Laos, dan volume perdagangan serta investasinya terus meningkat, kata pejabat Laos tersebut.Bounleua menyebutkan bahwa pendirian bank kliring RMB Laos di Laos akan menciptakan jalur penyelesaian lintas batas yang cepat, aman, dan ekonomis antara Laos dan China, dan juga akan membuat pengelolaan aliran mata uang antara Laos dan China menjadi lebih sistematis.Pendirian bank kliring RMB Laos merupakan pencapaian penting bagi ICBC Cabang Vientiane dan Laos, tambahnya.Xiang Fangqiang, Kuasa Usaha (charge d'affaires) Kedutaan Besar China di Laos, menuturkan hubungan China-Laos saat ini sedang dalam masa keemasan, dan keberhasilan pendirian bank kliring RMB di Laos akan menyuntikkan momentum baru ke dalam pembangunan ekonomi dan kerja sama perdagangan antara kedua negara.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Harga minyak di Asia Selasa sore jatuh dari tertinggi 7 tahun
Indonesia
•
08 Feb 2022

Minyak naik dipicu gangguan pasokan dan ketegangan geopolitik
Indonesia
•
25 Jan 2022

Indonesia-China perkuat kerja sama pengembangan produk halal
Indonesia
•
01 Oct 2025

Ofgem: Ambang batas harga energi Inggris naik 10 persen mulai Oktober 2024
Indonesia
•
24 Aug 2024


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
