
Biden beri pengampunan kepada 39 orang dan ringankan hukuman hampir 1.500 narapidana

Presiden Amerika Serikat Joe Biden berbicara di hadapan awak media di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat, pada 26 November 2024. (Xinhua/Hu Yousong)
Biden memberikan pengampunan kepada 39 orang dan meringankan hukuman hampir 1.500 narapidana, mencatat rekor untuk pemberian remisi dalam satu hari.
Washington, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Kamis (12/12) memberikan pengampunan kepada 39 orang dan meringankan hukuman hampir 1.500 narapidana, mencatat rekor untuk pemberian remisi dalam satu hari."Hari ini, Presiden Biden mengumumkan bahwa dirinya memberikan remisi kepada hampir 1.500 orang Amerika, terbanyak dalam satu hari, yang telah menunjukkan keberhasilan dalam rehabilitasi dan komitmen yang kuat untuk membuat komunitas mereka menjadi lebih aman," menurut dokumen Gedung Putih.Hampir 1.500 orang yang menerima remisi ini telah menjalani masa tahanan rumah selama setidaknya satu tahun saat pandemik COVID-19."Dia juga mengampuni 39 orang yang dihukum karena kejahatan nonkekerasan," kata Gedung Putih. Kejahatan nonkekerasan biasanya mencakup penyalahgunaan narkoba, penipuan, atau pencurian."Amerika dibangun di atas janji perihal peluang dan kesempatan kedua," kata Biden dalam pernyataannya."Sebagai presiden, saya memiliki hak istimewa untuk memberikan pengampunan kepada orang-orang yang telah menunjukkan penyesalan dan perbaikan, mengembalikan kesempatan bagi warga Amerika untuk berpartisipasi dalam kehidupan sehari-hari dan berkontribusi terhadap komunitas mereka, serta mengambil langkah-langkah untuk menghapus disparitas hukuman bagi pelaku pelanggaran nonkekerasan, terutama yang dihukum karena penyalahgunaan narkoba," ujar Biden.Presiden AS itu sebelumnya telah memberikan remisi kepada 122 orang dan pengampunan kepada 21 orang, menurut The Associated Press.Langkah ini diambil Biden setelah pengampunan ekstensif untuk putranya, Hunter Biden, yang menghadapi tuntutan atas pelanggaran kepemilikan senjata api dan penggelapan pajak. Langkah ini memicu kritik bahkan di dalam lingkungan partainya sendiri.Selain itu, presiden AS tersebut juga sedang mempertimbangkan untuk memberikan pengampunan pencegahan kepada mereka yang terlibat dalam investigasi terhadap upaya presiden terpilih AS Donald Trump untuk membatalkan hasil pemilihan umum 2020, mengingat mereka kemungkinan akan menghadapi potensi pembalasan ketika Trump mulai menjabat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

India tolak target emisi nol karbon bersih sebelum KTT iklim 2021
Indonesia
•
29 Oct 2021

Masjid Nabawi dibuka bertahap mulai akhir Mei
Indonesia
•
30 May 2020

Warga asing bisa beli satu properti di Arab Saudi
Indonesia
•
11 Aug 2021

Presiden Iran akan kunjungi Arab Saudi
Indonesia
•
05 Apr 2023


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
