
Bisnis di Singapura terdampak kenaikan biaya seiring harga energi picu tekanan luas

Foto yang diabadikan pada 13 Agustus 2024 ini menunjukkan kawasan bisnis di Marina Bay, Singapura. (Xinhua/Then Chih Wey)
Bisnis di Singapura menghadapi kenaikan biaya operasional di tengah melonjaknya harga energi, dengan lebih dari setengahnya juga melaporkan peningkatan tekanan biaya tenaga kerja.
Singapura (Xinhua/Indonesia Window) – Hampir semua bisnis di Singapura menghadapi kenaikan biaya operasional di tengah melonjaknya harga energi, dengan lebih dari setengahnya juga melaporkan peningkatan tekanan biaya tenaga kerja, menurut jajak pendapat kilat yang dilakukan oleh Singapore National Employers Federation dan dirilis pada Senin (20/4).
Survei tersebut, yang dilakukan pada 10-16 April dan mencakup 210 perusahaan di sektor manufaktur, jasa, dan konstruksi, menemukan bahwa 96 persen responden melaporkan kenaikan biaya operasional. Dari jumlah tersebut, 41 persen mengalami kenaikan moderat sebesar 11 persen hingga 25 persen, sementara 19 persen mengalami lonjakan biaya signifikan yang melebihi 25 persen.
Utilitas dan bahan bakar menjadi komponen biaya yang paling terdampak, masing-masing disebutkan oleh 70 persen responden, diikuti oleh bahan dan pasokan (59 persen) serta pengiriman udara dan laut (53 persen).
Perusahaan-perusahaan menyatakan bahwa kenaikan harga energi juga berdampak terhadap biaya operasional yang lebih luas, mendorong naiknya biaya bahan baku, logistik, dan tenaga kerja sementara, khususnya di sektor hospitality, makanan dan minuman, serta retail.
Ke depannya, 39 persen responden mengungkapkan prospek negatif untuk enam hingga 12 bulan mendatang, menyebut kekhawatiran terkait gangguan perdagangan global dan perubahan rantai pasokan.
Para pemberi kerja menyerukan adanya dukungan tertarget apabila harga energi tetap tinggi, dengan prioritas meliputi keringanan pajak atau bantuan pendanaan (83 persen), subsidi energi (77 persen), serta penundaan perubahan kebijakan ketenagakerjaan (55 persen).
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Produsen minyak mentah lepas pantai terbesar di China cetak rekor output tahunan baru
Indonesia
•
14 Jan 2024

IMF tingkatkan proyeksi pertumbuhan global 2024 jadi 3,1 persen
Indonesia
•
31 Jan 2024

Pakar sebut pertumbuhan pesat perdagangan jasa tunjukkan ketahanan ekonomi China
Indonesia
•
05 Sep 2022

Harga minyak naik di atas 1 persen, tertekan pasokan yang ketat
Indonesia
•
19 Mar 2022


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
