
Otoritas kesehatan: Malnutrisi ancam nyawa 60.000 anak-anak di Gaza

Anak-anak pengungsi Palestina terlihat di Gaza City pada 7 April 2025. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Blokade yang terus berlanjut di Gaza telah sangat membatasi akses terhadap nutrisi dan perawatan kesehatan yang penting, sehingga semakin mengancam kesejahteraan anak-anak di daerah kantong tersebut.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Otoritas kesehatan di Jalur Gaza pada Rabu (9/4) mengatakan bahwa sekitar 60.000 anak-anak menghadapi malnutrisi yang mengancam nyawa akibat penutupan perlintasan perbatasan oleh Israel yang terus berlanjut, yang menghalangi masuknya makanan, bantuan kemanusiaan, dan pasokan medis.Dalam sebuah pernyataan pers, otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza itu menyampaikan bahwa blokade yang terus berlanjut telah sangat membatasi akses terhadap nutrisi dan perawatan kesehatan yang penting, sehingga semakin mengancam kesejahteraan anak-anak di daerah kantong tersebut.
Anak-anak pengungsi Palestina menyantap makanan yang diperoleh dari sebuah dapur umum setempat di tengah pengepungan yang diberlakukan oleh tentara Israel dan kelangkaan bantuan di kamp Al-Shati, sebelah barat Gaza City, pada 7 Desember 2024. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PBB laporkan penurunan insiden akses kemanusiaan di Somalia
Indonesia
•
21 Oct 2024

Anggota parlemen Selandia Baru ajukan RUU larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun
Indonesia
•
06 May 2025

Ibu kota India, New Delhi, diselimuti kabut asap 'berbahaya'
Indonesia
•
03 Nov 2022

Media: Angka kematian COVID-19 tunjukkan kegagalan sistem kesehatan masyarakat AS
Indonesia
•
15 Jun 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
