
UNESCO tambahkan migrasi nomadik Mongolia ke dalam daftar warisan budaya takbenda

Foto yang diabadikan pada 25 September 2023 ini menunjukkan sekelompok patung yang menggambarkan kafilah unta di Ulan Bator, Mongolia. (Xinhua/A Sigang)
Budaya migrasi nomadik Mongolia berakar pada interdependensi antara padang rumput, ternak, dan penggembala. Keluarga penggembala hidup berpindah-pindah dari satu padang rumput ke padang rumput lainnya guna memberikan waktu untuk pemulihan tanah.
Ulan Bator, Mongolia (Xinhua/Indonesia Window) – Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menambahkan migrasi nomadik Mongolia dan praktik-praktik terkait ke dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda untuk Kemanusiaan, menurut pernyataan dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga, Pariwisata, dan Pemuda Mongolia pada Jumat (6/12).Keputusan UNESCO tersebut dibuat dalam sesi ke-19 Komite Antarpemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda, yang berlangsung di Asuncion, ibu kota Paraguay, dari 2 hingga 7 Desember.Budaya nomadik Mongolia berakar pada interdependensi antara padang rumput, ternak, dan penggembala. Keluarga penggembala hidup berpindah-pindah dari satu padang rumput ke padang rumput lainnya guna memberikan waktu untuk pemulihan tanah, menurut uraian UNESCO.Proses migrasi penggembala ini sangat kental dengan tradisi. Kepala rumah tangga menentukan tanggal untuk relokasi, dan seluruh keluarga berkontribusi dalam persiapannya, termasuk membersihkan area tempat tinggal dan menyiapkan ternak untuk perjalanan migrasi, kata UNESCO.Keunikan dari warisan budaya ini adalah peran istri dalam keluarga, yang mengenakan pakaian terbaiknya dan memimpin migrasi sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan kepada Ibu Pertiwi, papar UNESCO.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – AS akan uji Paxlovid untuk obati Long COVID
Indonesia
•
30 Oct 2022

Maladewa bangun kota terapung atasi kenaikan air laut
Indonesia
•
25 Jun 2022

Buku baru karya akademisi Jepang ungkap kebenaran perang klandestin Jepang pada PD II
Indonesia
•
09 Jul 2024

COVID-19 – Model baru prediksi lebih dari 1 juta kematian di China hingga 2023
Indonesia
•
19 Dec 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
