
Transaksi ‘business matching’ UMKM hingga Agustus 2025 capai 90,90 juta dolar AS

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, melepas ekspor produk komponen elektronik berupa alat sensor di PT Excelitas Technologies Batam, Kepulauan Riau, Kamis (14 Agustus 2025). (Kementerian Perdagangan RI)
‘Business matching’ merupakan wujud nyata dukungan Kemendag pada peningkatan ekspor termasuk peran perempuan dalam perdagangan internasional. Kegiatan tersebut dijadwalkan setiap akhir bulan.
Jakarta (Indonesia Window) – 'Business matching' dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan buyer luar negeri selama periode Januari—Agustus 2025 berhasil mencatatkan total transaksi sebesar 90,90 juta dolar AS atau setara 1,49 triliun rupiah.Total nilai transaksi tersebut berasal dari purchase order (PO) sebesar 55,95 juta dolar AS dan potensi transaksi sebesar 34,95 juta dolar AS.Capaian tersebut adalah bagian dari Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) yang diinisiasi Kementerian Perdagangan.Kemendag, melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), konsisten mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar global dengan menjadi eksportir.“Hasil transaksi UMKM senilai 90,90 juta dolar AS hingga Agustus ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata bahwa produk UMKM kita mampu memenuhi kebutuhan dan standar pasar internasional. Hal ini menunjukkan bahwa ketika UMKM diberi akses, pendampingan, dan peluang bertemu buyer global, mereka mampu bersaing sejajar dengan pemain besar,” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso.Sementara itu, transaksi khusus pada Agustus 2025 adalah 861 ribu dolar AS dalam bentuk PO.Menurut Mendag Budi Santoso, capaian bulanan dan kumulatif ini menunjukkan optimisme yang besar sekaligus bukti bahwa produk UMKM Indonesia semakin diminati di pasar global.Budi Santoso memaparkan, selama delapan bulan (Januari—Agustus 2025), Kemendag telah menyelenggarakan 462 kegiatan business matching yang terdiri atas 312 sesi presentasi UMKM dengan perwakilan perdagangan RI di luar negeri (pitching) dan 150 sesi pertemuan langsung dengan calon buyer internasional.Selama periode tersebut, telah ikut serta 110 UMKM Indonesia dari berbagai sektor unggulan, mulai dari fesyen, kerajinan, dekorasi rumah, furnitur, kopi, bambu, rempah-rempah, hingga makanan dan minuman olahan.Direktur Jenderal PEN Kemendag Fajarini Puntodewi menyatakan, capaian business matching Januari—Agustus 2025 merupakan hasil sinergi berbagai pihak.Sebanyak 15 lembaga pembina UMKM turut mendukung terlaksananya program ini. Beberapa di antaranya adalah Bank Indonesia; Bank Negara Indonesia; Bank Rakyat Indonesia; Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia; PT Asuransi ASEI Indonesia; Pertamina; Bank Jatim; jaringan Export Center di Surabaya, Batam, dan Balikpapan; serta Dinas Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.“Capaian ini membuktikan sinergi pemerintah dengan perwakilan perdagangan RI di luar negeri, lembaga pembina UMKM, dan pelaku usaha mampu meningkatkan daya saing UMKM di kancah internasional. Kemendag akan terus memperluas akses pasar dan memperkuat pendampingan agar semakin banyak UMKM siap menembus pasar ekspor,” ujarnya.Puntodewi menjelaskan, Kemendag akan memperkuat dukungan berbasis kebutuhan nyata bagi pelaku usaha, mulai dari sertifikasi, logistik, hingga akses pembiayaan.“Pendampingan yang berkesinambungan akan terus menjadi prioritas kami. Kami berharap, transaksi yang semula bernilai ribuan dolar terus berkembang hingga puluhan juta dolar dalam beberapa tahun ke depan,” ucap Puntodewi.Kemendag juga memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan perempuan pelaku usaha lewat business matching yang menyediakan ruang khusus bagi eksportir wanita, seperti business matching dengan perwakilan perdagangan RI di Swiss, Hungaria, Inggris, dan Malaysia yang melibatkan 14 pelaku usaha dengan produk makanan dan minuman, batik, dan produk tekstil.“Langkah ini merupakan wujud nyata dukungan Kemendag terhadap peningkatan peran perempuan dalam perdagangan internasional. Kegiatan ini rutin dijadwalkan setiap akhir bulan,” pungkas Puntodewi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kongres ekonomi umat hasilkan resolusi jihad ekonomi
Indonesia
•
13 Dec 2021

Cadangan minyak strategis AS anjlok dari 726 juta barel jadi di bawah 300 juta barel, terendah dalam 43 tahun
Indonesia
•
13 Aug 2026

Andalkan ‘platform’ daring untuk kembangkan bisnis, NAVAKA Home tak terjebak 'perang harga'
Indonesia
•
21 Oct 2024

Harga batu bara acuan April 288,40 dolar AS per ton terkerek embargo AS-NATO
Indonesia
•
05 Apr 2022


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
