Kontaminasi susu formula sebabkan kasus botulisme pada bayi di AS terus meningkat

Ilustrasi. (Jaye Haych on Unsplash)
ByHeart Whole Nutrition kemungkinan terkontaminasi Clostridium botulinum, yang menyebabkan penyakit pada bayi di beberapa wilayah di Amerika Serikat.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Sebanyak 31 kasus botulisme pada bayi telah dilaporkan di 15 negara bagian di Amerika Serikat (AS) hingga Rabu (19/11), di tengah penyelidikan terhadap kemungkinan kaitan dengan susu formula bayi yang terkontaminasi. Demikian menurut informasi terkini dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) AS.Data epidemiologis dan laboratorium menunjukkan bahwa susu formula bayi ByHeart Whole Nutrition kemungkinan terkontaminasi Clostridium botulinum, yang menyebabkan penyakit pada bayi di beberapa wilayah di AS, kata FDA.Seluruh 31 bayi tersebut dirawat di rumah sakit, dan hingga saat ini belum ada laporan kematian. Dari bayi-bayi yang data demografisnya tersedia, usia mereka berkisar antara 16 hingga 200 hari, dan 11 di antaranya berjenis kelamin perempuan.FDA mengatakan pihaknya telah menerima laporan bahwa produk susu formula yang sudah ditarik dari peredaran itu masih ditemukan di rak-rak toko di beberapa negara bagian, dan badan tersebut sedang bekerja sama dengan para mitra dan peretail di negara bagian untuk memastikan penarikan produk dilakukan secara efektif.FDA juga menyebutkan bahwa produk yang telah ditarik kembali dijual melalui pasar daring dan dikirim ke pelanggan di luar AS. Konsumen di seluruh dunia diimbau untuk tidak menggunakan susu formula bayi merek ByHeart.FDA mengatakan bahwa penyelidikannya untuk menentukan sumber kontaminasi masih berlangsung.World Health Organization (WHO) menyebutkan, botulisme bawaan makanan adalah penyakit serius yang berpotensi fatal. Namun, penyakit ini relatif jarang terjadi.Botulisme merupakan keracunan yang biasanya disebabkan oleh konsumsi neurotoksin kuat, toksin botulinum, yang terbentuk dalam makanan yang terkontaminasi. Penularan botulisme dari orang ke orang tidak terjadi.Spora yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum tahan panas dan tersebar luas di lingkungan, dan tanpa oksigen, spora tersebut berkecambah, tumbuh, dan kemudian mengeluarkan toksin.Meskipun sebagian besar merupakan keracunan bawaan makanan, botulisme pada manusia juga dapat disebabkan oleh infeksi usus C. botulinum pada bayi, infeksi luka, dan melalui inhalasi.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Hong Kong ubah pusat isolasi COVID-19 jadi fasilitas cacar monyet
Indonesia
•
14 Sep 2022

Pemerintah Australia luncurkan strategi autisme nasional pertama
Indonesia
•
15 Jan 2025

Jepang alami hari yang sangat panas
Indonesia
•
20 Jun 2025

Air Terjun Cijerai, “Antelope Canyon” di Geopark Pongkor
Indonesia
•
28 Jan 2020
Berita Terbaru

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026

30.000 lebih pekerja layanan kesehatan gelar aksi mogok kerja di California, AS
Indonesia
•
27 Jan 2026
