
Cagar alam di Yunnan China catat rekor tertinggi jumlah bangau langka selama musim dingin

Kawanan bangau leher hitam terlihat di Cagar Alam Nasional Dashanbao untuk Bangau Leher Hitam di Kota Zhaotong, Provinsi Yunnan, China barat daya, pada 1 November 2022. (Xinhua/Wu Taiping)
Cagar Alam Dashanbao di Yunnan China menjadi tempat migrasi berbagai jenis burung selama musim dingin, termasuk 2.260 ekor bangau leher hitam, salah satu spesies yang berada di bawah perlindungan negara kelas satu di negara Asia Timur itu.
Kunming, China (Xinhua) – Rekor baru jumlah bangau leher hitam, salah satu spesies yang berada di bawah perlindungan negara kelas satu di China, berhasil tercatat di cagar alam nasional di Provinsi Yunnan, China barat daya, selama periode musim dingin.Hingga Ahad (27/11) pukul 08.00 waktu setempat, sebanyak 2.260 ekor bangau leher hitam yang bermigrasi telah terpantau oleh Cagar Alam Nasional Dashanbao Yunnan untuk Bangau Leher Hitam, jumlah tertinggi sejak cagar tersebut didirikan pada 1990, menurut biro administrasi cagar alam itu.Bangau langka tersebut memulai musim dingin mereka di cagar alam itu sekitar tanggal 31 Oktober tahun ini. Tahun lalu, jumlah bangau leher hitam yang melewati musim dingin di Cagar Alam Dashanbao mencapai 1.926 ekor, kata Wu Taiping, seorang insinyur di biro administrasi cagar alam tersebut.Cagar Alam Dashanbao, yang terletak di Distrik Zhaoyang, Kota Zhaotong, merupakan habitat musim dingin yang paling signifikan dan stasiun transfer bagi bangau leher hitam yang bermigrasi di Dataran Tinggi Yunnan-Guizhou. Cagar alam itu juga memiliki distribusi kuantitas terbesar China per satuan luas dari spesies tersebut.Selama beberapa tahun terakhir, cagar alam itu melakukan upaya gigih untuk menerapkan langkah-langkah konservasi, seperti perlindungan dan pemulihan lahan basah, serta pembangunan basis sumber makanan, untuk terus meningkatkan lingkungan ekologisnya bagi burung-burung yang bermigrasi.Selama tiga tahun terakhir, rata-rata lebih dari 1.500 ekor bangau leher hitam terlihat tiba di cagar alam tersebut untuk musim dingin, sementara jumlah burung migran lainnya juga meningkat berkat upaya-upaya konservasi lokal ini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Gunung Fanjing di China barat daya masuk Daftar Hijau Uni Internasional untuk Konservasi Alam
Indonesia
•
15 Oct 2024

SpaceX targetkan uji terbang Starship ke-11 dilakukan pertengahan Oktober 2025
Indonesia
•
01 Oct 2025

Stasiun pengisian daya NEV multifungsi di Hefei efektif atasi masalah kekurangan akses
Indonesia
•
19 Jul 2023

NASA konfirmasi misi DART berhasil ubah orbit asteroid di luar angkasa
Indonesia
•
12 Oct 2022


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
