
Studi ungkap es laut Antarktika capai rekor terendah

Foto yang diabadikan pada 13 Februari 2019 ini memperlihatkan tepi lapisan es Antarktika dan gunung es di laut tak jauh dari Stasiun Zhongshan, pangkalan penelitian China di Antarktika. (Xinhua/Liu Shiping)
Cakupan es laut Antarktika kemungkinan telah mencapai tingkat minimumnya untuk tahun ini, yaitu 1,79 juta kilometer persegi, yang terendah sejak pencatatan satelit dimulai 45 tahun lalu.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Es laut Antarktika kemungkinan telah mencapai cakupan minimumnya untuk tahun ini, menurut studi terbaru dari Pusat Data Salju dan Es Nasional (National Snow and Ice Data Center/NSIDC) Amerika Serikat (AS).Pada 21 Februari, es laut Antarktika (Kutub Selatan) kemungkinan telah mencapai cakupan minimum tahunannya, yaitu 1,79 juta kilometer persegi, yang terendah sejak pencatatan satelit dimulai 45 tahun lalu, tunjuk data NSIDC.Tahun ini menandai rekor terendah kedua berturut-turut dalam hal cakupan es laut Kutub Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, tahun 2017 dan 2018 juga mencatat cakupan yang sangat rendah, masing-masing menjadi angka terendah ketiga dan keempat, menurut NSIDC."Respons Antarktika terhadap perubahan iklim berbeda dari Arktika," kata Ted Scambos, ilmuwan peneliti senior di lembaga penelitian Cooperative Institute for Research in the Environmental Sciences di Universitas Colorado Boulder."Tren penurunan es laut mungkin merupakan tanda bahwa pemanasan global akhirnya berdampak terhadap es yang mengapung di sekitar Antarktika, tetapi perlu beberapa tahun lagi untuk memastikan hal itu," katanya.Cakupan es laut yang lebih rendah menandakan bahwa gelombang laut akan menghantam pesisir lapisan es raksasa, dan semakin mengurangi lempengan es di sekitar Kutub Selatan, menurut Scambos.Para ilmuwan NSIDC menekankan bahwa data cakupan es laut di benua paling selatan Bumi tersebut hanyalah data awal. Perubahan angin atau pencairan es di akhir musim masih dapat mengurangi angka cakupan es.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China izinkan spektrum 6GHz untuk sistem 5G dan 6G
Indonesia
•
29 Jun 2023

COVID-19 – Vietnam uji vaksin buatan domestik kedua pada manusia
Indonesia
•
09 Jan 2021

Studi ungkap peran mikroba yang bermanfaat dalam tingkatkan hasil panen
Indonesia
•
05 May 2025

Studi: Panas ekstrem diperkirakan tingkatkan kematian akibat kardiovaskular di AS
Indonesia
•
31 Oct 2023


Berita Terbaru

Peneliti China kembangkan baterai lithium-sulfur baru untuk bantu ‘drone’ terbang lebih jauh
Indonesia
•
12 May 2026

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026
