
Korps Pengawal Revolusi Iran bersumpah balas dendam terhadap Charlie Hebdo atas kartun Khamenei

Seorang anak laki-laki memegang bendera nasional Iran dalam aksi unjuk rasa untuk memperingati 39 tahun kemenangan revolusi Islam di Alun-Alun Azadi di Teheran, Iran, pada 11 Februari 2018. (Xinhua/Ahmad Halabisaz)
Charlie Hebdo menerbitkan karikatur Khamenei pada 4 Januari lalu untuk mendukung protes yang sedang berlangsung di Iran, dan telah membuat marah Republik Islam dan sekutunya.
Jakarta (Indonesia Window) – Kaum Muslim "cepat atau lambat" akan membalas dendam terhadap surat kabar satir Prancis Charlie Hebdo karena menerbitkan kartun pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei yang dianggap "menghina" oleh Teheran, kata kepala Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) pada Selasa (10/1).Charlie Hebdo menerbitkan karikatur Khamenei pekan lalu untuk mendukung protes yang sedang berlangsung di Iran, yang membuat marah Republik Islam dan sekutunya.“Anda telah membuat kesalahan besar, tetapi cepat atau lambat Umat Islam akan membalas dendam, dan Anda dapat menangkap para pembalas, tetapi yang mati tidak akan hidup kembali,” kata Mayor Jenderal Hossein Salami seperti dikutip oleh kantor berita semi-resmi ILNA.Salami juga merujuk pada serangan terhadap novelis Salman Rushdie pada bulan Agustus dan memperingatkan bahwa staf Charlie Hebdo dapat dikenakan tindakan serupa."Saya merujuk orang Prancis dan direktur lembaga ini (Charlie Hebdo) pada nasib Salman Rushdie," tegasnya.Rushdie ditikam pada 12 Agustus 2022 saat dia bersiap untuk berbicara di sebuah acara di New York bagian barat. Dia telah lama menghadapi ancaman pembunuhan untuk novel keempatnya, The Satanic Verses, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1988.Pada tahun 1989, Ruhollah Khomeini, pemimpin tertinggi Iran saat itu, mengeluarkan fatwa, atau dekrit agama, yang menyerukan pembunuhan terhadap Rushdie dan siapa pun yang terlibat dalam penerbitan buku tersebut karena penistaan agama.Pada Selasa, kelompok Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon juga mengutuk kartun tersebut dan meminta Prancis untuk menghukum Charlie Hebdo.Khamenei bukan hanya seorang pemimpin politik, tetapi juga "simbol agama bagi puluhan juta orang beriman," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.Sumber: Al Arabiya EnglishLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Partisipasi Xi Jinping dalam KTT China-Arab pertama jadi tonggak sejarah penting
Indonesia
•
08 Dec 2022

Fokus Berita – Trump sebut Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata 2 pekan, tuai banyak penolakan
Indonesia
•
10 Apr 2026

Australia buka kembali perbatasan internasional untuk publik
Indonesia
•
31 Oct 2021

Menlu China tekankan pentingnya stabilitas hubungan China-AS
Indonesia
•
06 Jan 2023


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
