
Partisipasi Xi Jinping dalam KTT China-Arab pertama jadi tonggak sejarah penting

Foto yang diabadikan pada 7 Desember 2022 ini menunjukkan sejumlah pesawat jet mengeluarkan asap berwarna bendera nasional China di atas langit Kota Riyadh, Arab Saudi. Presiden China Xi Jinping tiba di Riyadh pada Rabu (7/12) sore waktu setempat untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) China-Arab pertama dan KTT China-Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC), serta melakukan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi. (Xinhua/Huang Jingwen)
KTT China-GCC (Gulf Cooperation Council) atau Dewan Kerja Sama Teluk di Riyadh, Arab Saudi, akan mempertemukan para pemimpin China dan negara-negara GCC untuk kali pertama guna membahas isu-isu penting terkait hubungan kedua pihak.
Beijing, China (Xinhua) – Presiden China Xi Jinping akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) China-Arab pertama. Konferensi tersebut akan menjadi acara diplomatik terbesar dan tertinggi antara China dan dunia Arab sejak berdirinya Republik Rakyat China, sekaligus tonggak penting dalam sejarah hubungan China-Arab, kata juru bicara (jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) China pada Rabu (7/12)."Menyelenggarakan KTT China-Arab pertama merupakan keputusan strategis bersama kedua belah pihak untuk memperkuat solidaritas dan koordinasi di tengah situasi saat ini. Kami berharap KTT ini akan memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak dalam menjajaki ide-ide guna lebih mengembangkan hubungan, merencanakan cetak biru untuk kerja sama di kemudian hari, dan menyongsong masa depan yang cerah dari kemitraan strategis China-Arab," kata jubir Mao Ning saat jumpa pers rutin."Kami berharap dapat membangun pemahaman bersama yang lebih strategis mengenai isu-isu regional dan internasional utama guna mengirimkan pesan yang tegas terkait tekad kami untuk mempererat solidaritas dan koordinasi, saling memberikan dukungan yang kuat, dan mendorong pembangunan bersama serta mempertahankan multilateralisme. Kami berharap dapat melangkah bersama dalam Inisiatif Pembangunan Global dan Inisiatif Keamanan Global, memajukan kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra yang berkualitas tinggi, serta berkontribusi pada perdamaian dan pembangunan kawasan Timur Tengah maupun dunia pada umumnya," tambah Mao."Kami berharap dapat membangun komunitas China-Arab dengan masa depan bersama di era baru dan mengidentifikasi jalur serta langkah-langkah praktis bersama untuk meningkatkan solidaritas di antara negara-negara berkembang dan berkontribusi pada pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia," kata jubir itu.Xi akan menghadiri KTT China-Arab pertama dan KTT China-Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) di Riyadh, Arab Saudi, serta melakukan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi atas undangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dari 7 hingga 10 Desember, seperti diungkapkan Jubir Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying sebelumnya pada Rabu yang sama.Menyebut negara-negara GCC sebagai mitra penting bagi China dalam kerja samanya dengan Timur Tengah, Mao mengatakan hubungan China-GCC telah mencatatkan pertumbuhan yang menyeluruh, pesat, dan mendalam selama 41 tahun terakhir, dengan kerja sama bermanfaat yang mencakup bidang ekonomi, perdagangan, energi, jasa keuangan, investasi, teknologi tinggi, kedirgantaraan, bahasa dan budaya, sehingga menjadikannya contoh bagi kerja sama antara China dan negara-negara Timur Tengah."KTT China-GCC akan mempertemukan para pemimpin China dan negara-negara GCC untuk kali pertama guna membahas isu-isu penting terkait hubungan China-GCC," ujar Mao.Selama KTT itu, Presiden Xi akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam dengan para pemimpin negara peserta mengenai hubungan China-GCC dan isu-isu yang menjadi kepentingan bersama, kata Mao, seraya menambahkan bahwa KTT tersebut akan meneruskan persahabatan tradisional yang dimiliki China dengan negara-negara GCC, serta semakin memperkaya konten strategis hubungan kedua belah pihak sekaligus mengangkatnya ke tingkat yang baru.Mengenai kunjungan kenegaraan Presiden Xi ke Arab Saudi, sang jubir menyebutkan bahwa itu akan menjadi kunjungan pertama Xi ke negara Timur Tengah sejak penyelenggaraan sukses Kongres Nasional Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC) ke-20, sekaligus kunjungan kedua Xi ke Arab Saudi dalam enam tahun terakhir.Selama kunjungan tersebut, Presiden Xi akan melakukan pertukaran pandangan secara mendalam dengan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammad bin Salman Al Saud mengenai hubungan bilateral dan isu-isu yang menjadi kepentingan bersama, serta meningkatkan kemitraan strategis komprehensif China-Arab Saudi ke tingkat yang lebih tinggi, kata Mao.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Uni Eropa usut kegagalan Italia batasi penggunaan plastik sekali pakai
Indonesia
•
25 May 2024

UE akan tetap berlakukan UU Digital meski dikritik AS
Indonesia
•
03 Sep 2025

Israel terus lancarkan serangan udara ke Lebanon, jumlah warga sipil yang tewas dan pengungsi terus meningkat
Indonesia
•
23 Oct 2024

PM Lebanon: Bentrokan bersenjata di kamp Palestina di Lebanon selatan tak dapat diterima
Indonesia
•
02 Aug 2023


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
